Aktivis Hukum Martua Hamonangan,SH (1), Terkait DD,Kades se Bukit Malintang Harus Diperiksa Polisi

Martua Hamonangan Nasution,SH, Iskandar Hasibuan, Sutan Mangkutur

BUKIT MALINTANG(Malintang Pos): Aktivis Hukum yang juga Pengacara Pemda Madina Martua Hamonangan,SH mendesak polisi untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Kepala Desa dan aparat desa maupun BPD terkait dengan pengelolaan Dana Desa(DD) Tahun 2015-2018 di Kecamatan Bukit Malintang maupun lainnya, karena sampai sekarang banyak bermasalah dan beberapa desa telah diadukan ke Polres maupun Kejaksaan.

            “ Kalau tidak ada masalah tidak mungkin banyak pengaduan, jika memang pengelolaan sudah benar tentu juga tidak ada pengaduan dari masyarakat, tapi nyatanya saya sendiri banyak pengaduan masuk, sebab beberapa desa telah pernah datang bersama LSM ke kantor kita,” ujar Aktivis Hukum yang juga salah seorang Pengacara Pemda Madina Martua Hamonangan,SH kepada Malintang Pos, Kamis (18-4) di Rindang Hotel Panyabungan bersama sejumlah pengurus LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

            Kata Martua, seharusnya yang pertama keberatan sebenarnya adalah BPD, sebab BPD punya kekuatan dan peranan penting disuatu desa, misalnya Desa Malintang Julu harusnya BPD memanggil Kades melakukan klarifikasi terkait pengaduan warga, kalau Kades tidak mengindahkan baru BPD menyurati Camat, Bupati maupun Kadis PMD.

            Yang kutakutkan, katanya, BPD justuru takut sama Kades, artinya diberikan sedikit bagian kepada BPD lalu bungkam, ngak mau mengadu, makanya selama ini banyak pengaduan yang mandek, jangan salahkan pihak lain, saya bukan menyalahkan polisi, Jaksa dan Inspektorat, yang mengadu sebelumnya sering membatalkan pengaduannya, ini yang bahaya.

MCK Malintang Jae 4

Terus terang, katanya, saya sangat siap sekali menjadi Kuasa Hukum masyarakat dalam melakukan pembelaan terhadap disalhgunakannya Dana Desa(DD) oleh Kades dan aparatnya, karena kita mau menjadi Advokasi masyarakat untuk memperbaiki desa yang sesuai dengan Nawacita Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia yang telah mengalokasikan anggaran ke desa-desa sangat besar, jangan dipermainkan Kades penggunaannya.

            Bahkan, ujarnya, setiap desa boleh kita kalirifikasi bahwa susunan pemerintahannya lebih dominan dengan KKN ( Kolusi, Korupsi Novetisme), Bendahara dibuatnya keluarga agar bisa diatur, BPD dibuatnya juga keluarganya agar bisa diatur, serta aparat-aparat lainnya dibuat silsilah keluarga, sehingga suka-suka Kadeslah mengelola Dana Desa(DD) dan yang disalahkan Ir.Joko Widodo, karena pengawasan juga kurang efektif selama ini dilakukan.

            Disamping itu, BPD itu bisa melaksanakan pengawasan langsung kepada Kades dalam mengelola Pemerintahan dan Pembangunan, makanya banyak Kades membuat BPD nya keluarganya saja, adapun yang benar hanya bilangan jari di daerah kita, BPD itu jangan diam dan menonton, awasi semua penggunaan Dana Desa di desa-desa yang ada di daerah kita.

            Disamping itu, ujar Sutan Mangkutur Nasution yang juga pengurus LSM, bahwa masalah Dana Desa(DD) Desa Malintang Julu dan Bukit Malintang lainnya sudah pernah diadukan ke Mapolres Madina, oleh Polisi waktu itu menyurati Inspektorat agar dialkukan audit dan juga telah dilakukan musyawarah di Desa Malintang Julu bersama pengurus LSM dan warga, hasilnya waktu itu menunggu Pilpres dan pihak desa menyampaikan kondisi DD selama ini secara transparan.

            “ Masalah Dana Desa Malintang Julu yang sekarang Kades Ali Amrin Nasution telah diadukan ke Polisi dan ada petunjuk dari Polisi agar Inspektorat melakukan audit, oleh Inspektorat menunggu Pilpres, makanya kita sangat sepakat agar Kades segera dipanggil kembali, baik Kades Malintang Julu maupun Kades-Kades lainnya di Bukit Malintang,” ujar Sutan Mangkutur lagi.(Bersambung Terus)

 

 

 

Liputan  : Nanda/Suaib

Admin   : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.