Banjir dan Longsor Landa Madina(1), Madina Menangis, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Harus Segera

Bupati Madina di lokasi Banjir Bandang Muarasaladi/ Diskomimfo

MASYARAKAT Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara khususnya warga Desa Muarasaladi Kecamatan Ulupungkut “ Menangis “ disebabkan 12 orang anak-anak yang belajar di Madrasah ikut tersapu Banjir Bandang dan meluluh lantakkan beberapa unit rumah dan sekolah di desa itu Jum’at 12 Oktober 2018  sekira pukul 16.00 WIB dan orangtua korban tewas histeris dan juga masyarakat pontang- panting menyelamatkan diri.

            Pemerintah Mandailing Natal baik itu Bupati, Kapolres, Dandim 0212/TS serta seluruh jajaran SKPD, Ormas, LSM, Pers, Kades/Lurah, OKP/Ormas serta Organisasi lainnya langsung terjun ke lokasi untuk membantu masyarakat melakukan pencarian terhadap korban Banjir Bandang yang pada satu hari kejadian jumlahnya masih simpang siur dan setelah dilakukan pendataan korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan semuanya telah di makamkan.

Gubsu, Kapolres dan Bupati Madina dilokasi banjir Muarasaladi/ Diskomimfo

“ Kita Tidak Boleh Larut Dalam Duka,” Kalimat itulah yang terlontar dari seorang warga ketika Malintang Pos Group berada dilokasi Banjir Bandang, karena yang sangat diperlukan sekarang ini bagaimana membantu masyarakat yang rumahnya terbawa harus Banjir Bandang, Bagaimana perbaikan/pembangunan pasilitas pendidikan, pasilitas jalan serta bagaimana agar masyarakat tidak terauma lagi terhadap banjir yang akhir-akhir banyak melanda wilayah Mandailing Natal.

            Pasca Banjir Bandang diwilayah Desa Muarasaladi Kecamatan Ulupungkut yang sangat diperlukan adalah Rehabilitasi dan Rekontuksi harus segera dilakukan, tentu dengan tetap berpedoman kepada peraturan yang ada, sebab persoalan Bencana Ala mini sering terabaikan oleh pemerintah ketika melakukan pembahasan APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) setiap tahunnya dan tentu Pemda Madina harus memetik hikmah terjadinya Banjir Bandang di Tahun 2018 sekarang ini.

            Mungkin, kita masih ingat dengan terjadinya Kebakaran Pasar Baru Panyabungan dua(2) Idul Fitri 2018 lalu, sampai sekarang ini Pemerintah Mandailing Natal dibawah Komando Drs.H.Dahlan Hasan Nasution masih kewalahan untuk menuntaskan dan sekarang telah muncul Banjir Bandang dan Longsor serta ratusan rumah terendam banjir di berbagai desa dan kecamatan, yang sudah tentu membutuhkan anggaran yang harus ditanggulangi oleh Pemerintah secepatnya.

Rumah Warga Hutagodang Muda tergenang/ Foto Nurhalimah Batubara

Bagaimana caranya..? Tentu kita sangat berharap kepada anggota DPRD Madina yang Insya Allah kemungkinan akan melakukan Pembahasan R.APBD Tahun 2019 untuk dapat menyisihkan anggaran “Rehabilitasi dan Rekontuksi Terjadinya Bencana Alam di Mandailing Natal “ karena kalau untuk menunggu bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Pusat, kemungkinan masih memakan waktu yang cukup lama.

            Memang, kita boleh bangga dan acung jempol kepada Gubsu Edy Rahmayadi serta jajaran Muspida Sumut, baik itu Gubsu, Kapoldasu maupun Pangdan I/BB yang terus memerintahkan anggotanya untuk bergabung dengan masyarakat bahu-membahu untuk melakukan langkah-langkah perbaikan serta penyaluran bantuan yang telah datang dari berbagai pihak, tidak saja dari Mandailing Natal, tapi dari berbagai daerah di Republik ini telah menyalurkan bantuannya untuk meringankan beban masyarakat terkena musibah( Bersambung Tiap Waktu)

 

 

 

 

Liputan : Dita Risky Saputri Hasibuan

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: