BPJN Wilyah I Sumut Harus Awasi, Tambal Sulam Jalan Nasional di Kab.Madina “ Bobrok”

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sejumlah  LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat pengguna jalan diwilayah Kabupaten Mandailing Natal, meminta Kepala BPJN ( Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional) Wilayah I Sumut, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan Jalan Nasional (Jal

Pengerukan diwilayah Jembatan Merah- Ranjo Batu sekitar Purba Lamo

insum) yang akhir-akhir ini di Tambal Sulam yang telah sering menimbulkan kecelakaan.

            “ Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah I Sumut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta sejak sekarang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Tambal Sulam Jalan Nasional diwilayah Mandailing Natal, karena diperkirakan tidak akan bertahan lama,” ujar Sekretaris LSM Genta Madina Chandra Siregar, Rabu( 7-8) di Depan Gedung Serbaguna Desa Parbangunan Kec.Panyabungan.

            Disampaikan Chandra, bahwa tahun 2017-2018 yang lalu diwilayah Jembatan Merah – Ranjo Batu juga ada proyek BBPJN Wilayah I Sumut dan masyarakat dulu juga telah mengingatkan pihak BPJN agar mengawasi, akhirnya jalan yang ditambal sulam tidak bertahan lama, sebab pekerjaannya tidak memenuhi standar dan juga pengawasan tidak ada.

Pengerukan Tambal Sulam Jalinsum di Madina

Memang, ujar Chandra, masyarakat sedikit kewalahan untuk mengadukan pelaksanaan pembangunan Jalinsum diwilayah Mandailing Natal, sebab warga harus mengadu ke Medan atau Jakarta, kalau di Panyabungan atau di Kabupaten Mandailing Natal, pasti dikatakan “ Itu Gawenya Provinsi, bukan Gawe Kabupaten “ kalimat itulah yang muncul.

            Komentar paling tajam dan keras datang dari Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel KHairunnisyah, bahwa selama ini pelaksanaan pembangunan Jalan Nasional diwilayah Mandailing Natal, suka-suka nya kontraktor, karena pengawas tidak ada, kalau DPRD Sumut datang setelah habis tahun anggaran, belum pernah DPRD Sumut melakukan pengawasan pada waktu pelaksanaan pekerjaan dilapangan, atau memang di negara kita begitu, kita kurang paham.

            Pokoknya, ujar Khairunnisyah, jika ada di media Online maupun Media Cetak, berita-berita sekitar pelaksanaan Jalan Nasional, maka oknum kontraktor langsung menyalahkan Wartawan yang membuat berita, bukannya membuat perbaikan, atau bukannya kontraktor koreksi diri, sebab pembangunan itu muncul dari pajak rakyat, bukan uang  kontraktor yang mendapat keuntungan besar setiap proyek.

            Contoh, ujarnya, lihatlah Tambal Sulam Jalinsum disekitar depan Kantor CPM hingga Dalan Lidang, sudah lama dilobangin, korban laka-lantas juga seduh sering, tetapi baru diaspal, kualitasnya tunggu dulu, saya berani estimasi jika hanya proyek Tambal Sulam, maka paling lama dua minggu jalan yang ditambal sulam juga sudah hancur kembali, lihat itu di depan SMP Negeri Kotanopan, sudah porak-poranda kembali.

            “ Yang rusak pertama sekali adalah Jalan yang di Tambal Sulam, bukan jalan yang yang disekitarnya, tetapi yang rusak dan hancur duluan adalah jalan yang diperbaiki dengan sistem Tambal Sulam oleh BPJN Wilayah I Sumut, mari kita lihat nanti,” ujarnya dengan nada kesal( Red)

 

 

 

 

Admin : Siti Putriani

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.