Bupati Madina Panen Kentang di Puncak Sorik Marapi

Bupati Mandailing Natal  Drs. H. Dahlan Hasan Nasution hadiri undangan Panen Kentang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bahagia Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Selasa pekan lalu (20/12).

Dalam pidatonya, Bupati Mandailing Natal (Madina) mengungkapkan, dirinya merasa sangat bahagia atas adanya undangan Gapoktan Bahagia dalam rangka panen kentang kali ini. “Tahun 2017, dalam program pemerintah, saya sudah mempusatkan peningkatan untuk bidang pertanian. Dan tahun depan, kita akan membangun kembali rumah kaca (green house) yang dananya sudah ditampung dalam anggaran Dinas Pertanian,” katanya.

Pemkab Madina juga akan melakukan pelebaran jalan di Desa Hutanamale ini. Karena jalan itu, tambah Dahlan Hasan Nasution,  merupakan urat nadi peningkatan perekonomian masyarakat. Untuk mengangkut hasil pertanian, perlu infrastruktur jalan yang memadai dan mendukung.

“Saya meminta kepada Camat agar segera membuat proposal peningkatan dan pelebaran jalan. Dan juga buat instansi terkait, sepulang dari acara ini, kita harus segera musyawarah untuk membahas ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dahlan Hasan Nasution juga menyebutkan, untuk peningkatan pendapatan masyarakat, Pemkab Madina juga dapat membuat kebun kopi sebagai alternatif lain. Dengan begitu, pendapatan masyarakat di samping dari hasil tanaman karet, semkain membaik.

Karena saat ini, para petani kopi yang ada disimpang banyak, mereka bisa mendapatkan penghasilan 30 juta perbulannya.

“Satu lagi, yang menjadi problem buat daerah kita, terkait tumbuhan ganja, karena Madina termasuk dalam penghasil ganja nomor dua di Indonesia. Hal ini sangat memalukan bagi daerah kita. Ini merupakan misi kita bersama untuk membasmi tanaman ganja ini. Sebab, Madina merupakan “Serambi Mekkah” nomor dua setelah Aceh,” jelas Bupati Madina.

Apalagi bila dilihat saat ini, lanjutnya, hampir seluruh penghuni Lapas Madina itu termasuk karena kasus narkoba. “Insya-Allah, lebih kurang 4-6 bulan ke depan, kita bisa saling bekerja sama untuk membangun Madina dari segala lini,” ajaknya.

Satu hal lagi yang lebih penting, Madina dikenal dengan daerah yang religius. Untuk itu, mari sama-sama kita bangkit melalui sisi agama. Karena selain agama, adat budaya juga menjadi benteng dalam kehidupan ini.

“Untuk itu, mari sama-sama kita laksanakan program Magrib Mengaji yang telah kita terapkan. Peran ulama serta orangtua sangat kita harapkan dalam memberikan pengawasan demi menggalakkan program keagamaan ini, sehingga dapat melahirkan masyarakat Madina yang mempunyai akhlak yang baik,” harapnya. (agus/dedi/MP02)

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.