Desa Sampuran Rantobaek Banjir, Pemda Madina Harus Perhatikan Masyarakat

Banjir Desa Sampuran Rantobaek/ Takesi

RANTOBAEK(Malintangpos Online): “ Malang Benar Nasib Masyarakat Tersebut,” Kalimat itulah yang cocok mungkin disampaikan kepada puluhan warga Desa Sampuran Kecamatan Rantobaek Kabupaten Mandailing Natal, yang sejak Jumat malam(6-9) rumah warga kebanjiran sampai Sabtu (7-9) disebabkan luapan dua sungai di daerah itu dan derasnya turun hujan.

            “ Setiap musim hujan Desa Sampuran, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), selalu menajdi langganan banjir, Sering terjadi banjir di desa tersebut, warga berharap ada perhatian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk penanggulan banjir tersebut,” ujar Amin kepada wartawan Sabtu (7/9/2019)

Dikatakan Amin,  desa Sampuran daerah rawan banjir, karena posisinya dibawah, akibat luapan sungai Batang Taming, Aek Sampuran.

Banjirdi Desa Sampuran Kec.Rantobaek/Foto StArtNews

“Setiap penghujan, kita sudah siap siap, karena air hujan nanti bisa masuk kedalam rumah penduduk. Jadi harapan kami ada upaya dari pemerintah untuk mengantisipasi, agar masyarakat tidak kelabakan lagi, disaat musim hujan, semisal menyediakan perahu karet, lokasi pengungsian dan dapur umum,” harapnya.

Informasi yang di peroleh dari Khoir Warga Ranto Baek bahwa saat ini di Desa Sampuran sedang terjadi banjir dengan ketinggian air hujan selutut orang dewasa akibat luapan sungai Batang Taming atau Aek Sampuran Saat ini sebagian warga sejak pagi tadi sudah mengungsi ketempat yang lebih tinggi, sebagian lagi bersiap siaga,” jelasnya

“ Sedikitnya ada 30 rumah penduduk yang terendam banjir, selain itu, Pasilitas umum seperti sekolah, pasilitas kesehatan ( Polindes ) dan jalan juga terendam banjir,” kata Plt.Kepala Desa Sampuran, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal Mulawarman seperti dikutip dari  StArtNews Sabtu 07/ 09.

            Lahan perkebunan warga dilaporkan juga terkena dampak banjir, ada belasan hektar kebun jeruk warga yang terendam.

            Banjir yang melanda Desa Sampuran merupakan epek dari tingginya curah hujan di wilayah itu pada Jumat malam 06/09.akibatnya Sungai Batang Bening yang melintasi Desa tersebut tidak dapat menampung debit air hujan sehingga meluber ke perkampungan.

            Banjir ini juga memaksa anak anak sekolah diliburkan karena sekolah kebanjiran, ketinggian air yang mencapai 40 Cm sampai 1 meter juga memaksa warga untuk mengungsi.

            Hingga saat ini kata Mulawarman, kondisi air yang merendam pemukiman penduduk belum juga surut.

            ” warga saat ini butuh dapur umum dan perahu karet karena kondisi cuaca di daerah ini belum bersahabat ” harap Kades Sampuran.

Camat Ranto Baek Sulhan kepada wartawan dari lokasi banjir membenarkan desa Sampuran terendam banjir, mengakibatkan sebagian rumah penduduk dimasuki air hujan. Lahan pertanian terendam banjir, anak sekolah terpaksa diliburkan.

“Akibat banjir, tanaman holtikultura masyarakat seperti Jagung, Jeruk, terancam gagal panen. Sementara untuk tempat mengungsi masyarakat lokasi lebih tinggi, atau dapur umum, kita usahakan, dan sambil kita buat surat ke bupati atau instansi terkait untuk kondisi tersebut, untuk taksasi kerugian masih mendata, korban jiwa tidak ada,” ujarnya.

Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution yang dihubungi melalui Sekdakab Madina Drs.Sahnan Batubara, membenarkan adanya Banjir di Desa Sampuran Kecamatan Rantobaek dan Bupati langsung respon dengen memerintahkan BPD Madina segera turun membantu masyarakat yang terkena banjir.

“ Bupati juga telah repon langsung, BPD Madina sudah langsung turun dan berada dilokasi Banjir membantu masyarakat, serta airnya juga telah surut sekarang ini,” ujar Bupati Madina melalui Sekdakab Madina Drs.Syahnan Batubara (Kesi/Red)

 

Liputan : Takesi

Admin   : Dina Soekandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.