Empat Penderita HIV/AIDS Meninggal

PALAS (Malintang Pos) : Warga yang mengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Palas ternyata meningkat. Faktanya, dari tahun 2015-2016 terjadi kenaikan persentase yang signifikan terhadap jumlah warga yang terjangkit penyakit yang mematikan ini.

Bahkan, selama 2016, penderita yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Acquid Immune Daficiency Syndrome (HIV/AIDS) ada tiga orang, dan ketiganya sudah meninggal dunia. Seluruh penderita juga berada dalam usia produktif dewasa. Sementara tahun 2015 hanya satu orang dan juga sudah meninggal dunia. Keempatnya, masing-masing tiga orang laki-laki, dan satu orang perempuan.

Penderita HIV/AIDS ditemukan satu orang pada awal Februari 2016, tepatnya 2 Februari,  dengan penderita usia 19 tahun. Kemudian tak berselang lama, 11 Februari ditemukan sebanyak dua orang usia 23 tahun dan usia 30 tahun. Dan, pada Juli 2016 ditemukan kembali satu orang penderita HIV/AIDS yang sudah dewasa.Kabid PMK Dinkes Palas dr Ilham S melalui pemegang program HIV/AIDS Dinkes Palas dr Yuni mengatakan, keempat dari penderita HIV/AIDS tersebut sudah meninggal dunia.

“Awalnya kita temukan penderita HIV/AIDS atas laporan pihak Rumah Sakit Sibuhuan ke Dinkes Palas. Kemudian kita mem-visite (mengunjungi) pasien tersebut dan melakukan test HIV selanjutnya menyampaikan hasilnya. Setelah itu kita berikan arahan kepada pasien supaya berobat lanjutan,” ungkapnya.

Hasil penelusuran, kata Yuni, pihaknya menemukan satu orang laki-laki penderita HIV/AIDS itu terjangkit ketika merantau di luar Kabupaten Palas. Setelah pulang ke Palas, yang bersangkutan mengalami berbagai macam penyakit. Kemudian setelah dites ternyata positif HIV.“Untuk satu orang perempuan yang terdeteksi positif HIV/AIDS itu menceritakan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS dari suaminya,” sebut Yuni.

Dikatakan, perempuan tersebut menjadi pengidap HIV/AIDS dari suaminya. Suaminya pernah melakukan hubungan seksual dengan perempuan penderita HIV/AIDS.

”Untuk satu orang laki-laki penderita HIV/AIDS itu pernah secara langsung berkonsultasi ke Dinkes. Ternyata setelah kita melakukan test HIV, kesehatan si laki-laki tersebut langsung down dan satu minggu kemudian si penderita tersebut langsung meninggal,” terangnya.

Langkah Dinkes setelah mendapatkan informasi penderita HIV/AIDS itu tidak hanya sebatas penderita saja, akan tetapi menggali lebih jauh darimana asal muasal si penderita terjangkit HIV/AIDS. “Setelah itu baru kita mendatangi asalnya dan diberikan arahan supaya yang bersangkutan melakukan test HIV,” terangnya.

Pihak Dinkes hanya sebatas memberikan arahan kepada yang diduga terjangkit HIV tersebut. Kalau yang bersangkutan tidak mau, pihak Dinkes tidak bisa memaksakan kehendak untuk ditest HIV. Sementara tes HIV Dinkes Palas sudah lengkap tiga macam, mulai dari tes SD HIV-1/23.0, oncoprobe HIV-1/2, sampai advanced quatity.

“Sebenaranya kita menduga masih banyak warga Palas yang sudah terjangkit HIV, tetapi kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV kurang. Kendatipun demikian kita tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat supaya mendeteksi secara dini penyakit HIV tersebut,” sebutnya.

Yuni menduga penyebab penderita HIV/AIDS di Kabupaten Palas diakibatkan menjamurnya cafe yang menyediakan wanita tuna susila (WTS), dan seringnya waria keluar negeri. Sehingga setelah terjangkit di sana kembali ke Palas sudah berhubungan dengan laki-laki lain. (Lay/metro tabagsel)

Komentar

Komentar Anda

About admin4mp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: