Hallo Pak Kadis PUPR Madina, Warga Aek Mata Panyabungan Minta Jalan Bagus

Jalan ke Aek Mata Panyabungan/ Khottob Nasution

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): “ Malang Benar Nasib Mereka,” Kalimat itulah yang cocok disampaikan kepada warga Desa Aek Mata Kecamatan Panyabungan,Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, karena kondisi Jalan ke daerah itu sampai menjelang HUT ke-74 Indonesia Merdeka, masih diselimuti lumpur jika musim hujan tiba.

            “ Kondisi jalan yang masih lumpur sudah sering disampaikan langsung kepada Bupati, apalagi Bupati juga sudah sering ke daerah itu, tetapi hendaknya daerah kami jangan hanya dikunjungi sebastas wisata, tetapi adalah perubahan untuk pembangunan jalannya,” ujar Putra Desa Aek Mata Hottob Nasution kepada Malintangpos Online, Selasa(23-7) Via WhatshApp ketika pulang kampung langsung ke desanya.

            Disampaikan Khottob Nasution, memang dulunya jika ada warga yang sakit atau mau melahirkan dibawa pakai tandu, dengan alat Bambu dan Kain sarung, sehingga tidak jarang ditengah jalan atau belum sampai ke rumah sakit sudah meninggal, sehingga banyak warga dulunya pasrah dan memang Bupati pernah datang ke desa itu, kami ucapkan terima kasih.

Jalan ke Aek Mata Panyabungan/Khottop

Sedangkan kondisi sekarang, jika hujan turun akan berlumpur dan sulit dilalui dan kenderaan yang masuk ke desa itu sampai sekarang hanya gardan dua dan ongkosnya beragam, tergantung nego warga yang memnbutuhkan, pokoknya sangat tidak seimbang, dengan jarak tempuh yang hanya sekitar 9 Km dari Ibukota Kabupaten Mandailing Natal.

            “ Anak sekolah dulunya jika masuk SMA maka orangtuanya akan berpikir panjang, sebab selain biaya yang muncul juga jika masih di desa dipastikan akan terlambat ke sekolah, kalau kos di Panyabungan akan menambah biaya banyak, karena itu kami yakin Bupati akan prihatin melihat kondisi masyarakat,” ujar Khottob Nasution.

            Kata Hottob, kalau per orang jika mau ke Desa Aek Mata harus bayar Rp 15.000,- hanya sekitar 9 Km dan terkadang pemilik mobil tidak mau kalau tidak borongan/ sewa sekitar Rp 200.000,- sehingga harus menunggu orang lain ikut, makanya terkadang warga harus bawa Sembako jika akan mau ke Panyabungan dan sebaliknya harga sembako mahal di desa itu.

            “ Sebagai Putra Daerah desa itu, saya sangat berharap betul akan menjadi perhatian Bupati, apalagi Bupati sudah pernah melihat langsung keadaan desa itu dan kami selalu berterima kasih kepada Bupati, sekalipun sampai sekarang kondisi jalan kami masih berlumpur jika musim hujan tiba, “ ujar Khottob Nasution Via WhatsApp ke Malintangpos Online, Selasa(23-7) siang.

Jalan ke Aek Mata Panyabungan sering Longsor

Bahkan, ujar Khottob, bahwa dirinya telah mengambil dokumen kondisi jalan langsung WhatsApp Bupati, karena sewaktu Pilkada kemaren dianya pulang kampung dan kami dipanggung bernyanyi waktu itu untuk menuntaskan kondisi jalan ke Desa Aek Mata Kecamatan Panyabungan, yang kondisinya berlumpur saat ini.

            Kepala Dinas PUPR Kab.Madina Syharuddin Lubis,ST yang berkali-kali mau dihubungi dikantornya terkait kondisi Jalan ke Aek Mata dan Siobon Kecamatan Panyabungan, selalu gagal, karena tidak ada dikantor dan di SMS tidak dijawab, melalui WhatsApp juga ngak dibalas, walaupun HP nya aktif jika dihubungi nada yang keluar “ Telephon Yang Anda Hubungi Sedang Sibuk “

            “ Jangan berharap kepada Kadis PUPR Madina ingin ketemu, karena Kadis sedang bolak-balik ke Jakarta untuk melobi anggaran guna untuk pembangunan Mandailing Natal, sulit ketemu Kadis, silakan hubungi Kabid Bina Marga, Kadis lagi bolak-balik Jakarta – Panyabungan untuk melobi anggaran pembangunan,” ujar seorang wartawan di Halaman Kantor tersebut ( NS/SN)

Liputan : Nanda/Suaib

Admin   : Siti Putriani

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.