Komentar Mereka (1), Anak Yatim Tanggung Jawab Kita, Jangan Biarkan Sakit

Ibu Kedua Bocah warga Desa Malintang Julu/ Agus Hsb

MENDENGAR  kata Anak yatim, begitu mendengar kata ini, maka terbayang dibenak kita ‘seandainya waktu kecil dulu saya adalah anak yatim, bagaimana kehidupan yang saya jalani?’. Ketika kita masih memiliki kedua orang tua yang mengasuh, mendidik dan menaungi adalah suatu kenikmatan yang sangat indah.

          Perasaan bahagia seperti diatas tidak dirasakan oleh anak-anak yatim. Rata-rata mereka hidup sendiri, jauh dari asuhan dan didikan, bahkan pernah kita temui, keluarga dekatnyapun acuh. Sungguh malang nasib anak yatim dan Insya Allah menjadi tanggung jawab kita bersama mendidik dan membesarkan mereka, serta janganlah kita biarkan mereka sakit ataupun mengeluh.

          Kita ketahui bersama, bahwa Agama Islam adalah agama yang mulia yang memuliakan bani Adam dari semua makhluk Allah. Islam juga mengangkat derajat anak yatim. Allah menyuruh kita untuk menghormati semua manusia, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bocah Yatim dan Ibunya ketika diajak Wartawan Bincang-Bincang/Agus Hsb

Artinya: “Dan kami telah memuliakan anak keturunan Adam, memberikan tunggangan kepada mereka di darat dan di laut, memberi rezki kepada mereka dari yang baik-baik dan mengutamakan mereka dari banyak makhluk yang telah kami ciptakan dengan suatu keutamaan.” (QS Al-sra’ : 70)

          Islam juga sudah memberi jawaban untuk semua permasalahan sosial yang dihadapi manusia. Allah telah memberi keutamaan yang sangat besar untuk orang-orang yang menanggung kehidupan anak yatim.

          Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam di dalam haditsnya telah menyebutkan salah satu keutamaan memelihara dan merawat anak yatim

Rumah Bocah Yatim dan Ibunya di Desa Malintang Julu/Agus Hsb

Artinya: Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Rasulullah bersabda, “Saya dan penanggung kehidupan anak yatim di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan dua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.

            Orang yang menanggung kehidupan anak yatim akan bersama dengan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam di surga.

          Makanya, ketika ada Berita di Media Online dan siaran TVRI beberapa waktu yang lalu, saya sebagai Putra Desa Malintang Julu yang tinggal di Panyabungan, langsung menghubungi Wartawan yang menulis dan membuat Berita, mempertanyakan informasi berita yang membuat saya meneteskan air mata, kenapa sampai dibiarkan, sejak dulu tidak ada seperti itu..?

          Karena itu, banyak WhatsApp dan Telephon dari Jakarta, Bekasi, Jabodetabek maupun Kota Medan, yang masuk ke Redaksi Malintang Pos Group, mempertanyakan persoalan itu dan tentu kalau dalam persoalan ini kita titik beratkan langsung kepada Kepala Desa Malintang Julu Kecamatan Bukit Malintang yang kurang tanggap dan kurang memperhatikan kondisi anak yatim yang sempat Ibunya mengeluarkan air mata ketika di Wawancarai oleh Wartawan, baru-baru ini.

Iskandar Hasibuan

Saskia Reski dan Zulhamdi dua bocah anak yatim kakak beradik warga desa Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya operasi kesembuhan penyakit yang mereka derita.

Saskia Reski bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, sejak 4 tahun lalu menderita luka bakar di bagian dada, saat main lilin bersama temannya.

Akibat luka bakar yang ia derita, membuat aktifitas sehari-harinya terbatas dan sering gatal di bagian luka.

Sementara Zulhamdi anak ke empat dari lima bersaudara adek dari Saskia Reski juga mengalami penyakit langka di bagian usus, membuat dirinya sering buang air besar dan tidak teratur.

Panyakit langka yang di derita Zulhamdi sudah sejak berusia 1 tahun.

Zulhamdi yang masih duduk di kelas satu sekolah dasar negeri ini sudah dua minggu terakhir ini tidak lagi masuk sekolah, karena malu kepada temannya, dan sering di ejek,

Nur Hidaya ibu dari dua bocah yatim yang menderita luka bakar dan penyakit langka yang bekerja serabutan dan berpenghasilan pas-pasan untuk membutuhi ke lima anaknya, hanya bisa pasrah.

Sambil meneteskan air mata, Nur Hidayah berharap ada dermawan memberikan bantuan biaya operasi kedua anaknya.

Selama ini, Nur Hidaya hanya membawa kedua anaknya ke rumah sakit dan Puskesmas serta obat kampung, namun belakang ini ibu kedua anak tersebut tidak lagi diberikan obat, karena biaya untuk membeli obat tidak ada lagi.

Kades Jangan Pura-Pura

            Mengingat keluhan dua(2) anak Yatim dan Ibunya sudah Viral di Media Sosial(Medsos), apapun persoalannya, sangat diharapkan kepada Kepala Desa (Kades) Malintang Julu Ali Amrin Nasution, Kepala lorong, Ulama dan Tokoh Masyarakat, lebih-lebih tokoh pemuda, agar bahu membahu untuk menyelamatkan Kedua(2) Anak Yatim tersebut, serta sembuh dari penyakit yang mereka derita.

            “ Kepala Desa Malintang Julu Ali Amrin Nasution, jangan pura-pura tidak memahami bagaimana caranya agar kedua bocah itu dapat terbantu, ingat kedua anak itu adalah anak yatim yang merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Iskandar Hasibuan ( Bersambung Terus)

 

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.