Liputan Khusus Malintang Pos (2), Proyek Fisik 2018 Kualitasnya Diragukan Masyarakat

Jalan ke Nagajuang Diperlebar dengan DAK Tahun 2018/ Siti Putriani Lubis

KEHADIRAN  Team Redaksi Malintang Pos Group di beberapa Desa diwilayah Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Hutabargot, Kecamatan Nagajuang dan Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (21-10) banyak masyarakat melaporkan persoalan proyek fisik baik itu anggaran Dana Desa(DD) dan juga APBD Tahun 2018 yang kualitasnya sangat diragukan disebabkan minimnya pengawasan.

            Seperti di Kecamatan Nagajuang, begitu Malintang Pos sampai di Desa Jambur Padang Matinggi Kecamatan Panyabungan Utara, langsung disambut oleh masyarakat dengan kalimat-kalimat “ Kok Lama Kali Malintang Pos muncul, itu Peningkatan Jalan dan Jembatan ke Desa Tambiski dengan anggaran Rp 1.918.792.000,00. Yang dikerjakan oleh CV.Guruh sejak 06 Juli 2018 lalu dengan waktu 120 hari Kerja” ujar BN.Siregar warga Jambur Padang Matinggi.

Jalan Jambur Padang Matinggi- Tambiski Kec.Nagajuang DAK 2018

Disebutkan Siregar, anggaran peningkatan Jalan dan Jembatan dari Jambur Padang Matinggi – Tambiski Kec.Nagajuang adalah anggaran yang sangat besar sekali, tetapi kami memperhatikan pekerjaan proyek sekaligus pelebaran jalan dengan membangun Dek jalan adalah sangat diragukan kualitasnya, sebab bahan timbunannya juga diduga tidak sesuai dengan spesifikasi jalan.

            Yang kami ketahui, ujar Siregar, Perkerasan badan jalan atau dikenal dengan istilah gravelling dilakukan untuk membuat lapisan permukaan badan jalan yang kuat. Permukaan badan jalan yang kuat harus mampu menahan segala cuaca, panas maupun hujan serta tak mengalami perubahan saat menerima beban. Selain itu, permukaan badan jalan yang kuat akan membuat air sulit untuk masuk.

            Selain itu, Perkerasan badan jalan ini dilakukan dengan memberi lapisan batuan alam. Adapun tingkat ketebalannya antara 15cm sampai dengan 20cm sebelum tahap pemadatan. Material yang digunakan dalam tahapan gravelling ini idealnya memiliki kandungan tiga material utama yakni batu, pasir dan tanah liat dengan komposisi batu 35% sampai 65%, pasir 20% sampai 40%, dan tanah liat 10% sampai 25%, ujarnya sambil menunjukkan pelebaran jalan di daerahnya.

            Makanya, ujar Siregar, masyarakat Desa Jambur Padang Matinggi dan Kecamatan Nagajuang sangat berharap agar Kepala Dinas PUPR Madina Syahruddin,ST ( Ucok Ocing) langsung melihat peningkatan jalan yang dikerjakan CV. Guruh tersebut, sebab tidak tertutup kemungkinan pekerjaannya asal-asalan saja, tentu yang dirugikan adalah masyarakat, bukan kontraktornya.

            Sedangkan Sekretaris LSM. Genta Madina Chandra Siregar yang ikut dengan Team Malintang Pos, mengaku heran dengan Konsultan Pengawas proyek dan juga Kadis PUPR Madina yang tidak mau melihat langsung proyek tersebut, sebab banyak masyarakat yang kecewa dengan pekerjaan proyek tersebut.

            “ Harusnya Kadis PUPR Madina maupun Kabid Bina Marga Subuki Nasution, melihat langsung keadaan proyek yang dibiayai dari DAK  ataupun APBD Madina Tahun 2018 sebesar anggaran Rp 1.918.792.000,00. Tersebut agar kualitasnya baik,” ujar Siregar lagi ( Bersambung Terus)

 

 

 

Liputan : Dita Risky Saputri Hasibuan

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.