Mengintip Keadaan BUMDes(1), BUMDes di Kec.Panyabungan “Akal –Akalan“Kades

Ilusterasi Kantor BUMDes

KEHADIRAN Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan untuk dapat menunjang pertumbuhan perekonomian di pedesaan dengan tujuan membangun usaha yang dilakukan adalah bidang simpan pinjam, pasar desa dan air bersih, serta kegiatan lainnya

Untuk apa..? Agar BUMDes ini dapat berkembang dengan baik dan mampu menghadapi persaingan tentunya memerlukan pengelolaan yang baik dan dukungan partisipasi masyarakat.

Adanya Badan Pengawas Internal BUMDes di setiap Desa,memiliki tugas dan fungsi untuk mengawasi pengelolaan BUMDes di desa masing-masing, dan untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat

Maka, segala bentuk usaha yang dilakukan oleh BUMDes selalu dikoordinasikan dengan pemerintah desa melalui Badan Pengawas Internal BUMDes. Badan Pengawas Internal BUMDes juga sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat desa dan selalu mengedepankan musyawarah dan mupakat.

Redaksi Malintang Pos Group yang menurunkan Wartawan ke berbagai desa diwilayah Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, ternyata BUMDes yang telah dibentuk dan dialokasikan anggarannya dari Dana Desa (DD) diwilayah Kecamatan Panyabungan, boleh dikatakan adalah “BUMDes Akal- Akalan” dari Kades untuk menggerogoti uang yang digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN setiap tahunnya sejak tahun 2015 yang lalu.

Padahal, seharusnya Kepala Desa(Kades) khususnya yang ada di Kota Panyabungan seharusnya sudah lebih maju dari desa-desa lainnya di Kecamatan yang lain, nyatanya BUMDes yang telah dibentuk untuk wilayah Kota Panyabungan “Akal-Akalan “ karena pengurus BUMDes justuru tunduk kepada Kepala Desa(Kades) lebih dominan dan terkadang Ketua BUMDes hanya sebagai syarat Administerasi bagi pembentukan BUMDes sesuai dengan yang diharapkan pemerintah pusat.

Melihat kondisi BUMDes di Kecamatan Panyabungan, bercermin dari adanya protes  masyarakat Desa Panyabungan Jae yang Viral di Media Sosial(Medsos), membuat sejumlah Wartawan melaukan Investigasi untuk melihat dari dekat, sudah bagaimana desa-desa setelah adanya APBN di kucurkan sejak tahun 2015-2019 dan apa kata masyarakat terhadap pengelolaannya selama ini( Bersambung Terus).

 

 

Liputan : Tim Malintang Pos

Admin   : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.