Menyebarkan Informasi Bohong, PT.TBS Mengadukan 7 Pemilik Facebook ke Polres Madina

Kanan HM.Ridwan Rangkuty,SH.MH ketika memberikan keterangan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Direktur Utama PT.Tri Bahtera Srikandi ( PT.TBS) Syafrina Siregar, melalui Kuasa Hukumnya Ridwan Rangkuty,SH,MH & Associates, melaporkan/Mengadukan  8 Pemilik Akun Facebook ke Kapolres Mandailing Natal, dengan Nomor Surat : 70/LO/RRA/VIII/2019 tanggal 26 Agustus 2019, karena diduga telah menyebarkan informasi bohong dan kebencian di media sosial.

            Ke -8 Pemilik Akun Facebook tersebut adalah M.Iqbal,S.Kom Pemilik Akun Facebook (FB) Bob Natacakra, M.Rusdi Batubara (Parkoas) pemilik Akun Facebook (FB) Parkoas Batubara, Pemilik Akun Facebook Somat Nasution, Pemilik Akun Facebook Halak Mdina, Pemilik Akun Facebook Shafron Shafron, Ikhwanuddin, Ketua IKAPERTA (Ikatan Pemuda Pemudi Ranah Natal) dan Peri Eka Putra Nasution, pemilik Akun Facebook Peri Eka Putra Nst.

            Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum PT.TBS Haji Ridwan Rangkuty,SH.MH Senin(26-08) di Lobi Hotel Rindang Panyabungan, usai mengantar Surat Pengaduan ke Kapolres Mandailing Natal melalui Reskrim Polres Kab.Madina.

            Kata Ridwan, masing-masing pemilik Akun Facebook mulai dari M.Iqbal,S.Kom yang pada tanggal 14, 16 dan 17 Agustus 2019, melalui akun facebooknya M.Iqbal yang diduga penduduk Natal, telah menyebarkan informasi di media sosial Facebook dan mengatakan bahwa  PT.TBS adalah penjahat lingkungan dan penghancur hutan Mangrove di Desa Sikara-kara Kec.Natal dan alat bukti terlampir dalam pengaduan.

            Begitu juga dengan M.Rusdi Batubara (Parkoas) pada tanggal 12 Agustus 2019 telah menyebarkan informasi di media sosial Facebook dan mengatakan bahwa PT.TBS telah membabat hutan Mangrove diwilayah Sikara-kara Kec.Natal dan telah membuat berita di Malintang Pos dengan isi berita “ Bahwa PT.TBS telah merusak dan membabat hutan Mangrove di desa Sikara-kara Kecamatan Natal.

            Sementara itu, kata Rangkuty, Pemilik Facebook Somat Nasution, yang telkah menyebarkan informasi di media sosial Facebook dan mengatakan bahwa : 1. Ignagos Sago sudah diputus oleh Pengadilan Negeri bersalah dalam penyerobotan lahan. 2. PT.TBS telah melakukan pembabatan hutan Mangrove di Batahan dan pembukaan lahan tanpa izin.

            Selain itu, ujar Ridwan, pemilik Akun Facebook Halak Mdina, telah menyebarkan informasi di media sosial Facebook dan mengatakan bahwa : pengacara Ridwan Rangkuty itu Makelar Kasus dan Pemilik Akun Facebook Shafron Shafron, yang telah menyebarkan informasi di media sosial Facebook dan mengatakan bahwa PT. TBS telah melakukan pengrusakan Hutan Mangrove.

            Masih kata Ridwan Rangkuty, pemilik Akun Facebook Peri Eka Putra Nst, pada tanggal 18 Agustus 2019, telah mebuat postingan di media sosial Facebooknya, dengan judul Kebohongan PT.TBS pada Publik “ dalam postingan tersebut Peri Eka Putra Nst, menyatakan bahwa PT.TBS telah melakukan pembohongan bahwa lahan yang dikelola PT.TBS menjadi lahan perkebunan bukan kawasan mangrove, faktanya menurut Peri kawasan tersebut adalah hutan mangrove, alat postingan semuanya terlampir.

            Sementara itu, kata Rangkuty, Ikhwanuddin, Ketua IKAPERTA ( Ikatan Pemuda Pemudi Ranah Natal) pada tanggal 9 Agustus 2019 menyebutkan bahwa PT.TBS adalah perusak eksoistem mengrove di pesisir pantai barat dan perusahaan pengalihan kawasan mangrove menjadi lahan perkebunan di pesisir pantai Barat Natal ( Vidio terlampir).

            Padahal, katanya, sebagaimana yang dituduhkan para terlapor tersebut, semua kegiatan PT.TBS dalam mengelola perkebunan Kelapa Sawit di desa Sikara-kara Kec.Natal sesuai dengan peraturan perundang undangan, telah memenuhi persyaratan dan perizinan sesuai yang ditetapkan pemerintah selama ini.

            Disampaikan Rangkuty, akibat informasi Facebook mereka yang kami laporkan/adukan tersebut pihaknya sebagai Kuasa Hukum PT.TBS merasa keberatan atas postingan para terlapor, sehingga menimbulkan kebencian masyarajkat kepada perusahaan PT.TBS.

            “ Seolah-olah PT.TBS adalah telah membabat mangrove, merusak lingkungan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal,” ujar H.M.Ridwan Rangkuty,SH.MH ( Tim)

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.