Penetapan 3 TSK Kasus TSSS dan TRB (1), “ Korupsi Menggurita “ Kejatisu Jangan Tebang Pilih

Lokasi Taman Raja Batu/ Syaifullah

PENEGAKAN  hukum, khususnya pemberantasan korupsi, tampaknya sama sekali tidak memberikan efek jera. Lagi-lagi penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap, termasuk yang terbaru adalah terhadap Bupati Kudus dan Sumatera Utara juga pihak Kejatisu telah menetapkan Tiga(3) orang tersangka pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah (TSSS) dan Taman Raja Batu (TRB) yang banyak protes dan kebingungan dari masyarakat.

            Maksudnya..? Kejatisu yang telah menerima pengaduan masyarakat sekitar Dua(2) tahun lalu baru di menjelang HUT ke-59 Adhyaksa ditetapkan Tersangka Pembangunan TSSS/TRB di sekitar Komplek Perkantoran Bukit Payaloting Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, itupun dengan penuh misteri dan terkesan Tebang Pilih, sekalipun ada kemungkinan dugaan Korupsi telah Menggurita di lingkungan Pemerintah Mandailing Natal.

Lokasi Taman Raja Batu/Syaifullah

Untuk kita maklumi bersama, bahwa Fenomena ini benar-benar peringatan serius kepada kita semua bahwa pengungkapan kasus korupsi tidak berjalan efektif. Pemberantasan korupsi yang dilakukan para penegak hukum kita seakan hanya menjadi pemadam kebakaran, karena penegakan hukum yang dilakukan selama ini tidak membuat takut para koruptor untuk terus melakukan aksinya.

 Koruptor seakan tidak pernah habis. Penangkapan pelaku korupsi masih dianggap angin lalu saja bagi yang lainnya,Tidak salah kalau banyak yang menyebut korupsi sudah menjadi budaya di Indonesia. Korupsi begitu lekat dan hampir terjadi di semua lini kehidupan masyarakat mulai tingkat bawah hingga atas. Korupsi telah menggurita. Mungkin yang membedakan hanya jumlah uang yang dikorupsi.

Lokasi Beranda dan Panjat tebing/Syaifullah

Siapa yang salah..? apakah memang Kejatisu dalam menetapkan Tiga(3) tersangka sudah benar, atau hanya awal dari penyelesaian dugaan korupsi yang diadukan masyarakat, sebab dalam catatan penggiat Korupsi dan juga diakui Ketua Tim Penasehat Hukum ketiga(3) tersangka, bahwa ada 17 Paket proyek diwilayah TSSS/TRB yang dikerjakan melalui Dinas Perkim, PUPR,Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), tapi unik dan lucu hanya dari Perkim yang menjadi Tersangka dan ketiganya sudah dititipkan di Rutan Tanjung Kusta Medan.

Lucunya, kasus TSSS/TRB oleh Bupati Madina pernah membuat MAKLUMAT bahwa Pembangunannya bukan dari APBD dan ditambah DPRD juga pernah mengatakan bahwa di DPRD tidak pernah dibahas, lalu kenapa Kejatisu bisa menetapkan Tersangka, apakah pedomannya sesuai Audit yang dilakukan Swasta, bukan oleh BPK atau BPK Perwakilan Sumut, inilah yang menjadi misteri dan kebingungan ditengah-tengah masyarakat.

Maksudnya..? Penulis tidak pernah menyalahkan siapa sajapun dalam persoalan TSSS/TRB serta dugaan kasus Korupsi lainnya, namun jika kita ingat semua perjalan pembangunan kedua Tempat Wisata tersebut, rasanya kita Bingung, karena Bupati sering mengatakan Dana nya bukan APBD, melainkan uang pensiun dan bantuan orang lain, tapi kok Kejatisu bisa menjadikan Tiga(3) ASN dari Dinas Perkim Madina dan sudah di tahan di Rutan Tanjung Kusta Medan, entahlah ( Bersambung)

 

 

Liputan : Syaifullah Hamdan

Admin   : Siti Putriani

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.