Tabligh Akbar di Madina (3), Pilpres Tidak Boleh Menyebabkan Indonesia Pecah

KH.Mak’ruf Amin dan H.Maslin Batubara di acara Tabligh Akbar/ Putri Lubis

CAWAPRES ( Calon Wakil Presiden ) Republik Indonesia Nomor Urut 01 KH.Ma’ruf Amin sangat mengharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan khususnya masyarakat Mandailing Natal, jangan sampai ada perpecahan disebabkan memilih Calon Presiden/Wakil Presiden.

            Ungkapan itu disampaikan oleh Cawapres Nomor Urut 01 KH.Ma’ruf Amin dihadapan ribuan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, Senin (11-3) di lapangan Pasir Putih Kelurahan Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan pada rangkaian acara Tabligh Akbar sekaligus rangkaian HUT ke-20 Mandailing Natal.

            Kata KH.Ma’ruf  Amin, bahwa Dalam Pemilihan Pilpres Tidak Boleh Perbedaan memilih Capres Menyebabkan Warga Negara Indonesia pecah, kita harus jaga tali persaudaraan kita ukhuwah islamiah, saudara sesama islam ukhuwah wakaniah, saudara sesama bangsa dan ukhuwah insaniyah, yaitu saudara sesama manusia ini yang penting.

Bupati Madina dan Bobby Nasution diacara Tabligh Akbar/Aris Munandar

Bisa kita hidup harmonis dengan kita bangun negara kita ini dengan khusnut tafahum saling pengertian jangan sampai kita membangun negera ini dengan su’ud tafahum salah pengertian, kalo saling pengertian walaupun jangankan bener salah pun bisa dimaafkan, tapi kalau su’ud tafahum jangankan salah benar pun dimasalahkan, digoreng kekanan, digoreng kekiri itu namanya salah pengertian, katanya.

 Kata dia, suami istri pun seperti itu kalo khusnut tafahum selalu akur karna selalu memaklumi keadaan istrinya, kalo su’ud tafahum sedikit-sedikit bertengkar karna sering salah paham.

Disebutkannya, Dulu ada cerita orang yang pernah hidup suami isti selama 50 tahun, tidak pernah bertengkar, akhirnya istrinya ingin bertengkar rindu bertengkar pengen mengalami bertengkar, akhirnya suaminya dibuatkan baju yang tangan kanan nya dibuat kecil dan tangan kirinya dibuat lebar.

Warga yang Hadir di Tabligh Akbar/ Aris Munandar Hasibuan

Maksudnya apa begitu dipakai suaminya marah tapi yang terjadi ketika dipakai oleh suaminya kata suaminya apa??? Istri saya itu pinter sekali dibuat satu tangannya kecil yang satu besar dibilang pinter, karna apa saya suka nulis jika saya menulis tangan kanan, jadi kalo nulis tangan kecil enak, kalo lebar ribet., katanya.

Bahkan, ujar dia, Habis nulis gerah dulu gak ada AC tangan harus berkipas-kipas karna tangan kirinya lebar gak usah cari kipas-kipas pake tangan kiri saja berkipas-kipas itu namanya suami istri khusnut tafahum.

Dicari buat bertengkar saja tidak bisa karna apa karna saling pengertian. Negara ini kalo rakyatnya hidup dalam suasana yang pengertian maka tidak akan terjadi komplik, dalam agama saja diajarkan berbeda agama saja apa kata Allah lakumdinukum waliadin agamamu agamamu agamaku agamaku. Imbuhnya.

Makanya ulama bilang kalo berbeda partai maka pedomannya lakumpartaikum walana partaiuna, partai anda partai anda, partai saya partai saya.katanya.

Masyarakat di acara Tabligh Akbar

Kalo berbeda capres lakumcapressukum walanacapresuna, capres kamu capres kamu capres saya capres saya. Kalo begitu akur, jangan sampai pilpres katanya dibilang perang badar, tidak betul itu pilpres itu mencari pemimpin yang bisa membangun pilihan visioner pemimpin yang bisa kata ulama menjaga agama dan membangun dunia memakmurkan dua hal ini harus jadi syarat menjadi pemimpin kita di Indonesia, katanya

Kata dia, kalo perang badar itu perang muslim dengan kafir, perang hidup dan mati jadi kalo pilpres dianggap perang badar, maka siapa yang kafir siapa yang muslim,,,, kalo mereka mengaku muslim berarti pak jokowi dengan saya itu kafir, nauzubillahminzalik.. itu tidak benar.

 Karna itu pilpres tidak boleh menyebabkan indonesia pecah, indonesia bermusuhan. Inshaallah. Saya sekarang sudah menjadi warga Mandailing Natal  saya minta doa dan dukungan, uajrnya.

Saya ini di ajak oleh pak jokowi menjadi capres RI, banyak orang bertanya kepada saya kiyai ma’ruf amin itu ketua umum majelis ulama indonesia dan juga rois PBNU kok masih mau jadi capres pak jokowi???

 Jawabannya adalah , ujarnya, yang pertama karna saya diminta oleh ulama supaya saya mendampingi pak jokowi dan yang kedua karna ini merupakan penghargaan bagi nahdatul ulama karna saya adalah kader nahdatul ulama.( Bersambung Terus)

 

 

 

 

Liputan : Nirwana Siregar

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: