Warga Purba Baru Terus Protes, Jaringan Transmisi 150 KV dari PT.SMGP ke Gardu Induk PLN Harus Stop

PURBA BARU(Malintangpos Online): Sejumlah warga Desa Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, terus melakukan protes kepada pihak PT.SMGP yang akan menyambungkan Jaringan Transmisi 150 KV ke Gardu Induk PLN yang melintasi desa Purba Baru dari wilayah Barat desa itu.

            “ Aksi protes warga sudah berkali-kali disampaikan ke pemerintah maupun PT.SMGP, baru-baru ini pertemuan di Gedung Serbaguna Panyabungan bubar disebabkan tidak adanya hadir pihak PLN untuk memberikan penjelasan kepada warga dan juga melalui delegasi lainnya, tapi sepertinya pihak PT.SMGP tidak mengindahkan masyarakat,” ujar Ketua DPC.PDI Perjuangan Kab.Madina, Sabtu (2-2) di sela-sela rencana pihak PT.SMGP hendak memasang jaringan yang dip rotes warga yang mendapat pengawalan ketat dari polisi.

            Kata Iskandar, warga sangat tidak keberatan jika jaringan dipasang dari wilayah Timur, jangan dari wilayah Barat desa mereka, karena warga sangat khawatir akan bahaya yang akan muncul dimasa mendatang ini, apalagi kabarnya selama ini tidak ada sosialisasi, atau jangan-jangan ada yang mengambil keuntungan dari masyalah itu.

            Sarannya..? sebaiknya DPRD Madina memanggil pihak PT.SMGP, PLN dan juga masyarakat agar dapat dicarikan solusinya, karena ada kemungkinan pihak perusahaan Panas Bumi itu berani memasang jaringan dari wilayah Barat sudah ada yang mengiyakan atau jangan-jangan pihak pemerintah ikut menjamin.

            Karena itu, sebaiknya DPRD Madina memanggil PT.SMGP, PLN, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan dan pemerintah desa agar diketahui dimana letak kesalahannya, sebab jika perusahaan itu memaksakan diri untuk memasangnya akan timbul protes dari warga, apalagi sudah dilakukan pertemuan di Gedung Serbaguna dan bubar tanpa hasil.

Ketua DPC.PDIP Madina Iskandar Hasibuan

Selain itu, saya menghimbau dan mengharapkan kepada pihak PT.SMGP untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pemasangan jaringan, jangan tertutup, karena banyak wartawan mengatakan pihak PT.SMGP tidak mau di wawancarai Wartawan, ini yang bisa membuat muncul masalah nanti dimasa mendatang.

            “ Pihak PT.SMGP  yang mengelola Panas Bumi itu jangan terkesan menutupi masalah, sampaikan kepada masyarakat kenapa bisa begitu dan siapa yang bisa menjamin tidak ada masalah dimasa mendatang ini jika dipasang dari wilayah Barat,” ujar Iskandar Hasibuan lagi.

            Sebelumnya, warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal masih belum menyetujui pemukiman mereka dilintasi jalur listrik tegangan tinggi itu.

Sosialisasi yang diselenggarakan pihak PT. Sorik Marapi Geothermal Power kepada masyarakat Desa Purba Baru, Kamis (31/1/2019) di Gedung Serba Guna, Panyabungan juga terkesan gagal mencapai kesepahaman.

Pembangunan jaringan transmisi 150 KV itu merupakan tahapan lanjutan dalam rangka mengkoneksikan arus listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi titik Sibanggor Tonga melalui terminal Purba Lamo menuju Gardu Induk PLN di kawasan Purba Baru.

Warga Desa Purba Baru sejak awal menolak pemukiman mereka dilintasi kabel listrik itu. Mereka berasumsi bahwa lintasan melalui pemukiman memiliki dampak-dampak bagi kesehatan penduduk.

Bahkan, di acara sosialisai yang dihadiri Sekda Madina, Kapolres dan unsur-unsur Muspida Mandailing Natal itu, warga kembali mengungkapkan kekhawatiran soal dampak terhadap kesehatan penduduk itu.

Alhasil, sosialiasi itu berakhir tanpa memperoleh kesepakatan antara warga dengan pihak PT.SMGP dan akan dilanjutkan dengan bentuk dialag-dialog lebih lanjut di lain waktu.(Dab-Red)

 

 

 

 

ADmin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.