18 Tahun Madina(6) , “Jangan Tanya Apa Yang Telah Diberikan Madina Kepadamu”

Lokasi Panjat Tebing dan Beranda Madina berdekatan di Taman Raja Batu.

PEMERINTAH  Kabupaten Mandailing Natal dibawah Komando Drs.H.Dahlan Hasan Nasution dan H.M.Jafar Sukhaeri Nasution,pada HUT ke-18 yang jatuh di tanggal 9 Maret 2017 tahun ini sejak awal telah melakukan persiapan-persiapan kegiatan yang kalau HUT ke-17 Tahun 2016 dipusatkan di Tapian Siri-siri dan tahun 2017 ini lebih fokus di Taman Raja Batu yang persiapannya sudah hampir rampung.

                “ Jangan Tanya Apa Yang Telah Diberikan Madina Kepadamu,”Kalimat itu tercetus dari seorang Aktivis Lingkungan Hidup Selasa sore(28-2) dilokasi Taman Raja Batu     , sontak Penulis kaget mendengarnya sambil bertanya “ Kenapa Disampaikan Begitu” dijawab “ Sudah Waktunya Seluruh Elemen Masyarakat Mengingat seluruh perjuangan yang telah dilakukan oleh penggagas berdirinya Kabupaten Mandailing Natal 18 Tahun silam” agar kelak masyarakat Mandailing Natal tetap mengingatnya dan perlu dibuat prasasti agar ada catatan sejarah, tetapi terlebih dahulu di Paripurnakan di Gedung DPRD Madina nantinya.

            Mungkin masih segar dalam ingatan kita 18 Tahun lalu tepatnya 9 Maret 1999 yang lalu Pjs.Bupati Madina H.Amru Daulay.SH dilantik Gubsu di Medan dan 11 Maret 1999 yang lalu Kabupaten Mandailing Natal diresmikan oleh Gubsu di Eks Kantor Bupati Madina atau depan Rindang Hotel Panyabungan sekarang, dengan berbagai acara dan dihadiri oleh sebahagian besar tokoh-tokoh asal Mandailing Natal diantaranya H.Pandapotan Nasution dan Ny.As.Lubis Politisi Partai Golgar yang waktu itu duduk sebagai anggota DPR.RI.

Aek Singolot yang mengelilingi Taman Raja Batu dilihat dari Jembatan menuju Tribun Taman raja Batu.

Sekarang, Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution dan Wakil Bupati Madina HM.Jafar Sukhaeri Nasution, terus melangkah dan melakukan pembenahan disana-sini, kalau kita Tanya satu persatu masyarakat memang ngak mungkin, namun kita harus jujur sekarang ini diera kepemimpinan mereka satu demi satu mereka melakukan langkah-langkah perbaikan dan lebih khusus pemerintah membenahi Lingkungan Kantor Bupati Madina yang dulunya semak belukar dan sekarang dijadikan sebagai objek wisata religi nantinya dan jujur kita akui bahwa dalam pembangunannya banyak Pro dan kontra sampai sekarang ini.

            Kalimat “ Jangan Tanya Apa Yang Telah Diberikan Madina Kepadamu,” harus kita jawab sendiri dihati kita masing-masing dengan jawaban”Tapi Tanyalah Dirimu Apa Yang Telah Disumbangkan Guna Untuk Membangun Madina” makanya pada Momen HUT ke-18 Mandailing Natal inilah saatnya seluruh elemen masyarakat yang merasa dirinya warga Mandailing Natal yang ingin wilayahnya jauh lebih baik dari Kabupaten/Kota yang ada di Sumut untuk merenungkan apa yang disumbangkan guna untuk menunjang pembangunan di Bumi Gordang Sambilan.

            Kalau kita pinjam Pidao Mantan Anggota DPRD Tapsel dari PPP warga Aek Banir Panyabungan H.Najamuddin Nasution (Almarhum) ketika Madina Dimekarkan tahun 1999 lalu “ Kalau Tidak Bisa Membantu dalam Pembangunan Mandailing Natal, maka kita cukup Diam saja dan jangan menggerogoti anggaran yang ada di Mandailing Natal” memang cukup pedas dan membuat kita bisa emosi dan naik pitam jadinya.(Bersambung ).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.