Implikasi UNBK tingkat SMP terhadap PPDB online Tingkat SMA dan SMK

Siswa SMP sedang berlatih Ujian

P.SIDIMPUAN(Malintangpos Online):“Menanti Kejujuran” itulah point yang di katakan Nasruddin Nasution pemerhati Pendidikan di Kota P.Sidimpuan ketika di tanya pendapatnya tentang dampak pelaksanaan Ujian Nasional Basis Komputer (UNBK) di Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seperti di ketahui bahwa pada saat ini beberapa sekolah SMP akan menghadapi ujian akhir sekolah. Pemerintah melalui Kemendikbud menyarankan agar sekolah yang memiliki fasilitas supaya melaksanakan UNBK. Kebijakan tahun 2017 ini melaksanakan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah ditingkatkan mutunya menjadi USBN 2017 (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran. Memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik UN maupun USBN. Mata Pelajaran UN Jenjang SMP adalah, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan  IPA. Mata Pelajaran USBN Jenjang SMP adalah Pendidikan Agama,  PPKN dan  IPS.

Ketika TIDAK seluruh SMP di satu daerah melaksanakan UNBK namun SEMUA SMA dan SMK melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara on line, maka akan timbul persoalan. Seperti di ketahui bahwa tahun sebelumnya, hasil atau nilai UNBK bisa di akses peserta didik atau pihak sekolah, bisa jadi oleh setiap orang. Begitu juga saat PPDB online nilai di Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) akan bisa dilihat siapa saja. Pertanyaannya apakah sekolah yang melaksanakan UNBK akan memberikan atau menuangkan nilai yang di peroleh siswa  pada SKHUN ?. Sebaliknya bagi sekolah yang tidak melaksanakan UNBK juga akan menuangkan nilai yang jujur atau murni ?.

“ bagi saya UNBK tingkat SMA tidak menjadi persoalan, namun UNBK di tingkat SMP suatu saat akan menimbulkan masalah bila PPDB online masih di terapkan. Perkompetisian masuk SMA dan SMK Negeri melalui sistim PPDB online bisa menghadang siswa yang memiliki nilai murni oleh nilai siswa yang mungkin nilainya hasil katrolan.” ujarnya.

Nasruddin Nasution yang akrab di sapa Anas mengatakan bahwa akan sulit membuat kesepakatan seluruh sekolah SMP yang melaksanakan UNBK maupun yang tidak UNBK agar menuangkan hasil perolehan nilai ujian siswa yang sebenarnya.

 “ yang membuka masalah nanti bila ada anak pejabat di SMP yang mengikuti UNBK, ternyata nilainya di SKHUN tidak sama dengan perolehan saat UNBK” ujar Anas.

 Untuk itu ia mengingatkan kepada Dinas Pendidikan Daerah agar mengantisipasi hal ini, salah satunya dengan meniadakan PPDB online. “ tidak usah melakukan PPDB online masuk SMA atau SMK, karena toh selama ini ada juga siswa titipan. Terapkan saja sistim rayon agar terjadi pemerataan di tiap sekolah” tegasnya.

Pada bagian akhir Anas mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah peningkatan mutu dan kualitas pendidik dan anak didik. Sebenarnya kalau pihak tenaga pendidik mau jujur, mereka bisa  melihat  kualitas dirinya lewat perolehan nilai saat siswa melakukan try out. Sekarang kita menunggu dan melihat bagai mana tehnis pihak sekolah dalam melaksanakan UNBK dan mendampingi siswa saat pelaksanaan UNBK untuk memperoleh nilai maksimal. Kalau PPDB online masih di terapkan saat masuk SMA, apakah angka yang tertuang di SKHUN adalah nilai yang sebenarnya oleh seluruh sekolah? Mari menanti kejujuran. (ANS)

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md.

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.