Pengembangan Kacang Kedelai TA 2015, Petani Jadi “Kambing Hitam”Dinas Pertanian Madina

Ilusterasi Kacang Kedelaai di Madina.

LONGAT(Malintangpos Online): “Jangan Kambing Hitamkan Petani,” Ujar seorang petani diwilayah Kel.Longat Kec.Panyabungan Barat, mempertanyakan program Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Nataln Kacang  Tahun 2015 yang lalu,terkait dengan program pengembangan Kacang Kedelai yang masyarakat petani tidak mengetahui dimana-mana lahannya,serta bagaimana hasilnya.

                       Hal itu disampaikan oleh petani kepada Malintangpos Online, Kamis siang(06-04) diwilayah pertanian masyarakat Longat Kecamatan Panyabungan Barat dan berharap kepada Kepala Insfektorat maupun BPK Perwakilan Sumut untuk melakukan pemeriksaan kepada Kepala Dinas Pertanian Kab.Madina.

            Kata petani mengaku bernama Nursiah Pulungan, informasi Adanya Kucuran dana dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan kacang kedelai tahun 2015 di Kabulaten Mandailing Natal (Madina) mencapai seluas 500 Hektar dulu pernah datang pihak Dinas Pertanian ke areal pertanian masyarakat.

            Kenapa..? karena Pengembangan kacang kedelai langsung di tangani 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan, tetapi entah bagaimana ujungnya petani ngak mendapatinformasi lagi, tapi pernah petani dari Kotanopan mengatakan diwilayah mereka ada program itu, tapi ngak banyak.

            Salah seorang pengurus LSM di Madina MP.Nasution, mengutarakan Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar,  Program Gerakan Tanam PAT-PIT, termasuk dari rangkaian menggenjot target produksi kedelai secara nasional,  namun kenyataan di lapangan tidak membawak perobahan dan kabarnya pun sama sekali ngak ada.

            Kata dia,Peran Pemerintah Daerah cq Dinas Pertanian Madina dalam program pengembangan tanaman kedelai ini meliputi penyedian bibit dan pupuk, bersumber dari dana APBN, makanya mudah dimanipulasi sehingga petani tetap jadi Kambing Hitam.

            “ Ada dugaan anggaran program pengembangan Kacang Kedelai yang dikelola Dinas Pertanian Madina Tahun 2015 disalah gunakan, apalagi anggarannya kemungkinan di Mark Up sehingga banyak unsure tipikor yang harus diusut oleh penegak hukum,” katanya.

                       Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhendra Ritongan yang mau dikonfirmasi wartawan selama 1 minggu berturut- turut tidak pernah berhasil,  dari pengakuan staf  Dinas Pertanian Kadis akhir-akhir ini Kadis selalu berada dilapangan untuk membantu petani dalam menjalankan program pemerintah.

            “ Kadis Pertanian Madina sekarang ini lagi sibuk, apalagi ada perintah Bupati Madina untuk membantu petani dalam menggalakkan menanam Kangkung dan sayuran lainnya dilahan-lahan kosong, makanya Kadis sibuk terus,” sebut staf Dinas Pertanian Madina yang memohon namanya dirahasiakan.(Gus).

Admin : Nisrayani Nasution.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.