Tabliq Akbar Minang Kabau Saiyo di Kabupaten Madina, Bak Raso di Kampuang

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Salah satu pepatah Minang yang terkenal soal merantau, yaitu “Ka ratau madang di hulu, Ba buah ba bungo balun, Marantau bujang dahulu, di kampuang baguno balun”.

Pepatah itu bermakna, setiap anak lelaki di Minangkabau dianjurkan pergi merantau mencari ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan kehidupan yang lebih baik. Karena ketika muda belum bisa berkontribusi dalam membangun kampung. Kemudian setelah berhasil di rantau maka diwajibkan pulang untuk membangun kampung halaman.

Hal itu menjadikan merantau sebagai tradisi sehingga jumlah warga Minang yang ada di perantauan jauh lebih besar ketimbang yang ada di Sumbar.

Karena itu hampir bisa dipastikan pada semua daerah di Tanah Air ada orang Minang yang merantau sebagaimana bisa menjumpai rumah makan Padang di mana pun salah satunya di Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara.

Warga perantau Minang di Kabupaten Madina yang terkenal dengan sebutan Bumi Gordang Sambilan ini bersatu dalam satu himpunan organisasi bernama Minang Kabau Saiyo (MKS) Madina. Selain aktif melaksanakan kegiatan sosial, organisasi ini juga aktif di bidang keagamaan dalam upaya menjalin tali silaturahim antar sesama sekaligus melakukan syiar agama islam dalam memperkuat keimanan kepada Allah Swt.

Tepat di hari Sabtu malam (20/2/2021) bertempat di Mesjid Taqwa pasar lama Panyabungan, keluarga besar MKS Madina melaksanakan Tabliq Akbar. Warga perantau Minang di Kabupaten Madina nampak antusias mengikuti program Dakwah tersebut.

Defrion Chaniago selaku Ketua MKS Madina mengatakan, bahwa ini merupakan progam kerja Seksi Dakwah yang di pimpin Dr. Muhammad Fadlan Lc. MA dan Sekretaris Ustadz Fauzul Fii Amri, Mpd., yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kegiatan MKS Madina terutama Pengajian yang beberapa bulan terakhir sempat vakum. Istilah pepatah mainang “Mambangkik Batang Tarandam”.

“Membangkit batang/pohon yang terendam. Dimana artinya membangkitkan kembali marwah/kehormatan yang telah lama terpendam/terabaikan karena suatu keadaan. Dan, Acara tadi di buka dengan pembacaan ayat suci Alquran yang di bawakan putri cilik Minang Aulya khaza,” Katanya.

Tadi ada juga sepatah kata dari Urang Tuo Minang H.Yosnedi yang mewakili seluruh kepenguruasan MKS Madina.

Setelah acara pokok siraman rohani oleh Dr. Kasman MA. Wakil I dan II, Rektor STAIN. Kegiatan dilanjutkan penyerahan bantuan dari Perkumpulan Dosen-Dosen STAIN yang berasal dari ranah minang.

“Bantuan ini untuk pembangunan TPA-MKS Madina yg di terima langsung oleh bendahara TPA MKS Madina Ibu Reni Handayani Spd.,” Tambah Defrion.

Acara yang penuh khidmat ini dihadiri kurang lebih 200 orang. Bukan hanya orang dewasa, Rang Mudo, Bundo Kanduang tapi juga Anak-anak. “Bak raso dikampuang, itu nan taraso”.

“Serasa di kampung halaman malam ini,” Ungkap Defrion Chaniago

“Kita memang menganjurkan bawa anak-anak untuk menanamkan dan merasa memiliki adat dan budaya Minangkabau. Karena bagaimana MKS di masa-masa yang akan datang. Anak-anak penerus MKS inilah jawabannya,” Sebutnya.

Dia pun berharap semoga MKS Madina tetap Kompak dan berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Mandailing Natal.(Facebook Joki Nasution/Red)

Liputan Jurnalis: Joki Nasution.

Ket Gbr:
Perantau Minang MKS Madina Antusias Ikuti Tablig Akbar di Mesjid Taqwa Panyabungan.

Admin : Iskandar Hasibuan

#MNCTrijaya_Madina
#MKS_Madina

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.