Aek Batang Natal Keruh, Warga Desak Bupati dan Kapolres Madina Tertibkan PETI di Batang Natal

BATANG NATAL(Malintangpos Online): Sejumlah elemen masyarakat, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM) Mendesak Bupati Madina H.Saipullah.SH.MM, Untuk sesegera Menertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) dari wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai ) yang mencemari Aek Batang Natal.

” Himbauan saja terus pak.Bupati dan Kapolres Madina, ngak ada artinya, warga sudah Bosan dengan air keruh, lama – lama penyakit yang muncul kepada masyarakat,” Ujar Wakil Ketua LSM Merpatih Putih Tabagsel Elvi Zahria Rangkuty,SH Kepada Wartawan di Gedung DPRD Mandailing Natal,Selasa(04/11) Pagi.

Kata Elvi Zahria Rangkuty,SH, kami sudah lihat Himbauan Kapolsek Batang Natal, tapi begitu lewat aktivitas Tambang beroperasi kembali, yang untung Toke Tambang dan oknum yang diduga ikut membeking PETI disejumlah tempat.

Kata Br.Rangkuty , sangat tidak masuk akal sehat kita, Aek Batang Natal, keruh terus, tentu ada Tambang pakai alat berat yg beroperasi dan Dompeng.

” Kalau Dompeng dan Ekscavator beroperasi, pasti Aek Batang Natal, keruh dan yang rugi dan sengsara adalah nasyarakat dihilir sungai,” ujarnya.

Sedangkan Pemilik WhatsApp No. 08213529xxxx, yang dihuhungi dari Kota Panyabungan, dengan nada tinggi mengutakan tidak mungkin Eskcavator dan Dompeng beroperasi tanpa ada oknum yang Beking.

” Bupati nggak cukup surati Camat, Kapolsek dan Kapolres tidak cukup hanya membuat Spanduk Himbauan, tetapi bijalah dengan Menertibkan aktivitas Tambang tersebut,” ujarnya( Putra)

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    PLN Gandeng SMSI Kota Medan Perkuat Komunikasi Publik

    MEDAN(Malintangpos Online):Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Medan memperkuat sinergi dengan PLN UP3 Medan melalui audiensi yang berlangsung di Kantor PLN UP3 Medan, Jalan Listrik Medan, Jumat (17/7/2026). Silaturahmi…

    Read more

    Continue reading
    KKM Hadir Sebagai Oase Bagi UMKM di Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ditengah sempitnya ruang fiskal bagi pemerintah daerah, ini pun berdampak pada pergerakan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di daerah. Salah satu contohnya di Mandailing Natal (Madina).Kini pergerakan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses