Personil Polres Madina Jangan Coba – Coba Menjadi Beking Narkoba

Kanan , Kapolres Madina,AKBP.Bagus Priandy,S.IK.M.Si/ Iskandar Hasibuan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Dilapangan Mako Polres, yang Ditandai dengan Upacara Parawel Parade, Pergantian pucuk pimpinan di Markas Polres Mandailing Natal (Madina) resmi berganti, Senin(12/01)

AKBP Arie Sofandi Paloh SH, SIK, resmi bergeser dari kursi Kapolres Madina yang digantikan oleh AKBP Bagus Priandy, SIK, MSI.

Dalam amanatnya, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengucapkan selamat bertugas kepada kakak asuhnya AKBP Arie Sofandi Paloh di kursi AKBP, mantap sebagai Wakil Direktur Binmas Polda Sumatera Utara.

Bagus Priandy mengakui bahwa pejabat Kapolres Madina,sebelum-sebelumnya merupakan orang-orang yang sangat hebat dan berprestasi sehingga saat ini sudah ada menjadi jenderal seperti Brigjen Bony Sirait, SIK, MH.

Kata dia, Mandailing Natal ini melahirkan banyak pemimpin yang sukses dan hebat.

Madina ini bukan ecek-ecek, daerah ini bisa menjadi daerah yang berpotensi menasional, kata dia.

Bagus Priandy juga bercerita soal pengalamannya bertugas sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selama delapan tahun di lembaga anti-rasuah itu, kini dirinya dipercaya kembali masuk ke lingkungan Polri.

Ia meminta seluruh satuan di Polres Madina membantu dirinya selama menjabat di lingkungan tersebut.

“Mungkin teman-teman Tipidkor, Reskrim, dan Sat Narkoba paham apa yang saya kerjakan selama di KPK sebagai penyidik.

Mohon dukung saya, bantu saya, karena pengalaman tugas di KPK dengan saat ini sebagai Kapolres cukup berbeda,” ucapnya.

“Kita semua sama, hanya pangkat yang membedakan itu karena suatu tanggung jawab. Kita semua sama di hadapan Allah SWT,” katanya.

Di sisi lain, Bagus Priandy juga mengaku pernah bertugas di Polres Poso sebagai Kasat Narkoba.

Ia menyebut sangat anti terhadap narkoba yang dapat merusak masa depan anak bangsa.

Bagus pun mengingatkan seluruh personel Polres Madina agar tidak coba-coba membekingi segala bentuk tindak pidana termasuk narkotika.

“Narkoba itu sasarannya anak-anak remaja yang berpotensi 20-30 tahun kedepan akan menjadi seorang pejabat berpengaruh di negara ini.

Mereka adalah aset negara yang harus kita jaga. Oleh karena itu, kita siapkan bagi mereka lingkungan yang sehat, kita lindungi mereka agar tidak terjerumus ke narkoba,” katanya(Irf/Nor)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Harun Ridwan Nasution Ketua KONI Mandailing Natal

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun 2026, resmi menetapkan Harun Ridwan Nasution sebagai Ketua terpilih secara Aklamasi, Rabu (2/9/2026) Diketahui, Harun Ridwan…

    Read more

    Continue reading
    Apakah Arabophobia Menantang Toleransi Kita? (Analisis Kritis terhadap Stigma, Prasangka Sosial, dan Ujian Kerukunan Masyarakat Global)

    *** Oleh : Irmasani Daulay,  Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal.*** Irmasani Daulay. Pernahkah mendengar istilah arabophobia?misal istilah ukhti,yang diplesetkan menjadi ughtea atau ukhties,dibuat kebarat-baratan, atau ketika Yusuf…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses