Perusahaan Harus Tanggung Jawab, Dua Remaja Tenggelam di Kolam Milik PT.SMGP

Mayat pertama korban tenggelam di kolam milik PT.SMGP

SIBANGGOR JAE(Malintangpos Online): ” Malang Benar Nasib Kedua Remaja Itu,” Kalimat itulah yang cocok disampaikan kepada Kedua(2) Remaja Penduduk Desa Sibanggor Jae Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, yang tenggelam di kolam penampungan air milik PT.SMGP Sabtu pagi( 29-9) sekitar pukul 09.30 Wib.

            Kedua( 2) remaja tersebut adalah Irsanul Mahya(15) dan Mhd.Masawi (15) yang informasinya juga masih duduk Kelas III di Pondok Pesantren Musthadawiyah Purba Baru adalah sama-sama penduduk Desa Sibanggor Jae ditemukan setelah sekitar 6 jam tenggelam dalam kondisi sudah meninggal dunia.

            Pengakuan Ibu dari Irsanul Mahya kepada Malintangpos Online, bahwa anaknya itu tadinya mau pergi bersamanya ke sawah dan tiba-tiba sudah keluar rumah, makanya ketika dikabari masyarakat bahwa anaknya tenggelam dilokasi kolam milik PT.SMGP yang telah lama ditinggal karena sudah tidak idpergunakan lagi langsung dirinya kaget dan sock.

            Sambil menangis si ibu berkata “ Mulak Maho Amang So Kehe Ita Tu Saba, Naijia Doho langa amang, ketabo na tu sabaon “ ujar si ibu sambil menangis tersedu-sedu sambil dipapah masyarakat agar tetap bersabar.

Masyarakat menyaksikan pencarian korban

  Sementara itu, Muhammad warga setempat, kepada Malintangpos Online, tenggelamnya kedua anak tersebut adalah dikabari oleh dua karyawan yang melapor kepada piket, setelah itu petugas piket di pos lain mengkabari kepada orangtua dan Kades untuk selanjutnya dilakukan pencarian dengan memakai alat-alat yang ada di perusahan PT.SMGP dan juga bantuan masyarakat serta bantuan pemerintah.

            Kata Muhammad, kolam yang tenggelamnya remaja tersebut sama sekali tidak ada Plank dan Merek yang dibuat oleh perusahaan agar diketahui kondisinya, coba lihat dari sudut ke sudut tidak ada informasi, penjagaan tidak ada, sehingga banyak anak-anak main-main ke lokasi ini dan akibatnya inilah, siapa yang tanggung jawab.

            “ Pokoknya kami warga Kecamatan Puncak Sorik Merapi meminta pihak PT.SMGP bertanggung jawab, kepada Polisi kami harapkan agar mengusut tuntas kejadian ini agar tidak terulang di masa yang akan datang,” ujar Muhammad disela-sela pencarian korban tenggelam dilokasi kolam dengan penuh harap.

            Korban yang pertama sekali ditemukan adalah Irsanul Mahya sekitar pukul 14.30 Wib dan korban kedua Mhd.Masawi ditemukan pukul 15. 04 Wib  dan keduanya langsung dilarikan ke RSUD Panyabungan oleh petugas Dinas Kesehatan/ Puskesmas setempat dengan pengawalan Polisi langsung bersama masyarakat.

Masyarakat ketika melakukan pencarian

Tokoh Masyarakat Puncak Sorik Merapi Abdollah mengatakan dengan tegas, bahwa pihak PT.SMGP harus bertanggung jawab atas hilangnya dua nyawa di kolam perusahaan yang telah lama ditinggal karena gagal melakukan pengeboran di wilayah itu.

            Kata dia, harusnya perusahaan jika memang sudah gagal melakukan pengeboran di daerah itu langsung menutup lobang-lobang yang ada, bukan membiarkannya seperti sekarang, siapapun orangnya kalau jatuh ke lokasi akan tewas, sebab sekeliling kolam dikelilingi pelastik yang sulit di naiki jika terkena air, makanya anak-anak itu tidak bisa selamat walalpun sempat di tolong beberapa karyawan yang melintas.

            “ Kita minta polisi mengusut masalah itu, pihak PT.SMGP jangan mengelak, tidak ada sepatah katapun di buat dilokasi itu, lobang sebesar itu ditinggal, makanya anak-anak memperkirakan daerah itu aman, karena yang jagapun di daerah itu tidak ada,” katanya.

            Pihak PT.SMGP yang coba dihubungi Via selular tidak ada yang mau mengangkat, ketika di SMS juga sampai berita ini naik ke Redaksi tidak ada memberikan jawaban, ada kemungkinan pihak perusahaan tersebut mengelak untuk memberikan keterangan, karena berdasarkan informasi bahwa yang berhak memberikan keterangan adalah Humas dari Jakarta.

            “ Lobang itu adalah pembuangan air ketika dilakukan pengeboran yang gagal, memang lobang atau kolam itu sudah lama di tinggal, selama ini telah dikabari agar masyarakat jangan memasuki lokasi itu,” ujar seorang staf PT.SMGP yang dihubungi Via Selular( Red/Ril)

 

 

 

 

Liputan : Edy Saputra

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses