
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua Koperasi Wartawan Siabu dan sekitarnya ( Korwasis), Ringgo Siregar, mengutarakan Sindiran, kemajuan teknologi dengan realitas fisik bangunan.
“Katanya kita sedang menuju Era Digital 4.0, tapi atap sekolah saja masih pakai gaya ‘Open Space’ alami, karena plafonnya sudah ambrol semua,” Ujar Ketua Koperasi Wartawan Siabu dan sekitarnya ( Korwasis), Ringgo Siregar, Rabu(18/03) Via WhatsApp ketika diminta komentarnya tentang SDN 029 Lumban Dolok Kec.Siabu.
Apa ini bagian dari kurikulum bertahan hidup di alam liar?
”Luar biasa inovasi pemerintah! Sekarang siswa tidak perlu repot membuka jendela untuk sirkulasi udara, karena dinding kelasnya sudah punya ventilasi alami alias retak seribu.”
Kata dia, Mungkin pemerintah ingin melatih nyali siswa sejak dini. Belajar di bawah atap yang mau roboh tentu lebih memacu adrenalin daripada belajar di perpustakaan yang nyaman.
Gedung pejabat dipercantik setiap tahun dengan anggaran miliaran, sementara atap sekolah tempat tunas bangsa belajar dibiarkan lapuk dimakan usia.
” Apakah masa depan anak-anak kita nilainya lebih rendah dari marmer lantai kantor bapak..?
Disampaikannya, Rapat sana-sini bahas transformasi pendidikan, tapi fisik bangunannya saja lebih mirip gudang tua tak terurus.
” Jangan bicara kualitas SDM kalau fasilitas dasarnya saja masih dianggap beban anggaran.” Katanya lagi.
Padahal, Uang pajak kami mengalir lancar ke proyek-proyek mercusuar, tapi entah mengapa selalu mampet kalau sudah urusan renovasi sekolah , Prioritas kalian sebenarnya apa..?
” Kita mengharapkan kepada 9 Anggota DPRD Madina Dapil 5 agar segera mempertanyakan Keadaan SDN 029 kepada Bupati Madina,” ujarnya(Suryadi/Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








