
PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Permasalahan sampah di Kota Panyabungan kian memprihatinkan. Bahkan, di mata sebagian warga, kondisinya sudah tergolong parah.
Tumpukan sampah yang kerap terlambat diangkut memunculkan tanda tanya besar, seolah ada yang tidak beres dalam sistem penanganannya.
Di sejumlah ruas jalan utama, sampah tampak berserakan dan seakan menjadi pemandangan yang tak lagi asing. Kondisi ini semakin memperkuat kesan adanya keterlambatan dalam penanganan oleh pihak terkait, Sabtu (25/4).

Pantauan di lapangan sekitar pukul 10.20 WIB menunjukkan, sampah rumah tangga hingga limbah plastik menumpuk di beberapa titik, bahkan meluber ke badan jalan. Selain mengganggu estetika kota, kondisi ini juga menimbulkan bau tak sedap serta berpotensi memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka menilai penanganan sampah masih belum maksimal dan kerap dilakukan setelah tumpukan membesar.

“Kadang sudah menumpuk baru diangkut. Parahnya, penanganannya lamban,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sekitar pukul 10.30 WIB, satu unit mobil pengangkut sampah terpantau telah tiba dan mulai mengangkut sampah yang berada di pinggir Jalan Pasar Lama Panyabungan. Namun, kondisi tersebut dinilai warga masih belum cukup mengatasi persoalan yang terus berulang.
Menurut warga, keterlambatan pengangkutan menjadi salah satu faktor utama yang membuat persoalan ini terus berulang. Mereka berharap adanya jadwal pengangkutan yang konsisten, disertai pengawasan yang lebih ketat dari instansi terkait.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan, sehingga memperparah kondisi yang ada.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam menangani persoalan ini. Penanganan yang tepat waktu dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar wajah Kota Panyabungan kembali bersih dan nyaman dipandang.

Jika tidak segera diatasi, kebiasaan terlambat dalam bertindak dikhawatirkan akan terus menjadikan sampah sebagai bagian dari keseharian warga di ibu kota Kabupaten Mandailing Natal tersebut. (Ren/Isk).
Foto : Dokumen MP &Syahren Hsb
Admin ; Iakandar Hasibuan.








