
HUTA LOMBANG(Malintangpos Online): Setelah dilaporkan Petani dan Kades Huta Lombang Kecamatan Puncak Sorik Marapi, serta Viral disejumlah Media Online, Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, serta Plt.Sekda, Kadis Pertanian, Kadis PUPR, serta OPD lainnya turun langsung ke lokasi Irigasi yang rusak untuk mencari solusi perbaikan.
” Terimakasih Bu.Wakil Bupati dan sejumlah OPD yang sudah melihat langsung kerusakan Irigasi Aek Roburan yang rusak akibat tingginya curah hujan, semoga Irigasi cepat diperbaiki,” Ujar Herman Nasution, Warga Desa Huta Lombang dilokasi Irigasi, Senin(10/08) saat mengikuti rombongan Wakil Bupati Madina.
Kata Nasution, Komitmen Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) yang cepat dalam merespons keluhan masyarakat mudah – mudahan menjadi amal ibadah bagi mereka semua.

” Kami sangat berterimkasih kepada Pemerintah Madina, setelah adanya laporan bahwa Tanggul irigasi sepanjang 14 hingga 20 meter jebol dan Dipimpin Wakil Bupati Madina, turun langsung melihat, tentu untuk mencari solusi agar diperbaiki cepat,” ujar Nasution yg peduli keluhan petani.
Kenapa..? Karena Dampak dari kerusakan ini sangat signifikan, menyebabkan pasokan air terhenti dan mengancam sekitar 500 hektare lahan persawahan warga di dua kecamatan, Puncak Sorik Marapi dan Lembah Sorik Marapi mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Dalam peninjauan di lokasi longsor, Wakil Bupati Madina, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur pertanian ini menjadi prioritas utama pemkab agar aktivitas pertanian warga tidak lumpuh lama.
” Kami turun langsung bersama Pak Sekda dan dinas terkait untuk melihat skala kerusakan secara riil. Air irigasi ini adalah urat nadi perekonomian petani ,” ujar Wakil Bupati.

Serta, Kita tidak boleh membiarkan ratusan hektare sawah warga gagal tanam,” ujar Wakil Bupati di sela-sela peninjauan lapangan.
Kata Wakil, Sebagai langkah awal penanganan darurat, Pemkab Madina langsung mengoordinasikan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, desa, serta memanfaatkan bantuan pipa darurat dan alat berat guna mengalirkan kembali air ke hilir.
Di tempat yang sama, Sekda Madina menambahkan bahwa pemkab sedang mengkaji perbaikan teknis yang lebih kokoh agar tanggul tidak mudah jebol kembali saat curah hujan ekstrem tiba.

“Penanganan jangka pendek berupa pipanisasi dan pembersihan material segera dilakukan, namun kami juga mempersiapkan perencanaan bangunan permanen agar infrastruktur ini bertahan lama,” jelas Sekda.
Kepala Desa Huta Lombang, Supriadi, bersama tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan kehadiran langsung jajaran pimpinan daerah Pemkab Madina di lokasi bencana.

Warga berharap koordinasi intensif ini dapat segera membuahkan hasil nyata demi menyelamatkan mata pencaharian ratusan kepala keluarga petani di wilayah tersebut
Selain Wakil Bupati, juga terlihat Plt.Kadis Komimfo, Ka.BPBD, Camat PSM dan sejumlah Kepala Desa.( DITA/ ISK)
Admin : Iskandar Hasibuan.
.








