Jemaah Umrah Asal Madina Terlantar di Medan, Travel Sultan Andarus ” Bodong ” Ini Kata Ketua GRIP Jaya

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Nasib puluhan jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terlantar di Kota Medan, setelah diduga mengalami persoalan dengan pihak Travel Sultan Andarus mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Menurut keterangan salah satu keluarga jemaah, mereka sebelumnya telah berkomunikasi dengan salah satu Anggota DPR RI Komisi VIII.

Dalam komunikasi tersebut, jemaah mendapat informasi bahwa kerugian yang dialami jemaah dapat diganti oleh pemerintah.

Namun, informasi tersebut berubah setelah pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendatangi para jemaah dan melakukan pengecekan terhadap legalitas Travel Sultan Andarus.

Berdasarkan keterangan yang diterima jemaah, travel tersebut disebut tidak terdaftar secara resmi.

Kondisi itu kemudian membuat kerugian yang dialami para jemaah disebut tidak dapat diganti oleh pemerintah.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua GRIP Jaya Madina, Samsuddin, S.H., alias Buyung, menyayangkan dugaan tindakan pihak travel yang dinilai telah merugikan para jemaah.

Buyung meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menangani persoalan tersebut, termasuk mengamankan pimpinan travel guna dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kita sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Para jemaah sudah mengeluarkan biaya untuk melaksanakan ibadah, tetapi justru terlantar.

” Pemerintah dan kepolisian diharapkan segera mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab,” ujar Buyung. Rabu (19/08).

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah.

Menurutnya, calon jemaah perlu memastikan legalitas dan izin resmi travel sebelum melakukan pembayaran atau mendaftarkan diri.

Samsuddin berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban akibat memilih travel yang legalitasnya tidak jelas.

“Kita berharap masyarakat lebih berhati-hati memilih travel. Pastikan travel tersebut memiliki izin resmi dan legalitas yang jelas, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Sebelumnya, puluhan jemaah umrah asal Madina dikabarkan terlantar di Kota Medan setelah diduga mengalami persoalan dengan pihak Travel Sultan Andarus. Para jemaah kini berharap ada penyelesaian dan pertanggungjawaban atas biaya yang telah mereka keluarkan. (Isk/Has).

Admin : Iskandar Hasibuan…

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Wabup Madina Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan dan Masyarakat Patuhi Aturan Jenguk Pasien

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta manajemen dan tenaga medis di RSUD Panyabungan terus meningkatkan pelayanan sembari mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan jenguk pasien. Dia…

    Read more

    Continue reading
    Satu Tahun Pasca- Pemindahan RSUD, Pemkab Madina Terus Benahi Pelayanan dan Sarpras

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Satu tahun pasca-pemindahan RSUD Panyabungan dari gedung lama di Kelurahan Kayujati ke Komplek Perkantoran Payaloting, merupakan momen penting untuk evaluasi dan pembenahan. Demikian disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina)…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses