Minggu Dinihari, Warga Kotanopan Bakar Alat Berat Pemilik Tambang Emas Ilegal

KOTANOPAN(Malintangpos Online): Mungkin sudah sering diperingati warga, Satu(1) Unit Alat Berat Jenis Ekscavatot di Wilayah Jambur Tarutung Kel.Kotanopan Mandailing Natal, Minggu Dinihari Dibakar oleh massa, karena lokasi Penambangan membuat Mesjid Terancam Roboh.

” Emosi warga Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mungkin sudah memuncak, sehingga terjadi pembakaran,” Ujar Sumber Wartawan yang memberikan informasi, Minggu(04/10) Via selular dan mohon namanya jangan ditulis.

Disebutkannya, selain satu unit alat berat jenis ekskavator dan box penyaringan di lokasi tambang emas ilegal kawasan Jambur Tarutung dibakar massa membuat masyarakat lainnya tersulut emosi.

Kata dia, Aksi nekat warga tersebut dipicu oleh ulah penambang yang terus mengabaikan peringatan terkait keselamatan Masjid Al-Muhtadin.

Aktivitas pengerukan material tambang ilegal tersebut beroperasi tepat di belakang bangunan masjid, sehingga mengancam ketahanan struktur pondasi tempat ibadah tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Muhtadin bersama masyarakat sebenarnya telah berulang kali mengingatkan para penambang maupun pemilik modal (bos tambang) agar menghentikan aktivitas pengerukan di zona berbahaya.

“Masyarakat sudah membuat batasan berupa tali agar lokasi pengerukan berjarak minimal 40 meter dari pondasi masjid.

Namun kesepakatan itu tidak pernah digubris. Kalau malam hari, aturan itu selalu dikangkangi,” kata salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menegaskan, Masjid Al-Muhtadin merupakan sarana ibadah vital yang rutin digunakan oleh masyarakat lokal maupun para pengendara yang melintas di Jalinsum Kotanopan.

Aksi pengerukan tanah yang sangat dekat dengan pondasi memicu kekhawatiran besar bangunan masjid akan longsor atau roboh.

“Meski lahan yang dikeruk itu diklaim milik bos tambang, tetapi dampaknya sangat berbahaya bagi keselamatan bangunan masjid dan kenyamanan warga yang beribadah,” tegas sumber tersebut.

Kapolres dan Kasat Reskrim yang dikonfirmasi melalui Humas Polres Madina, Roi Manurung, Minggi(04/10) Via WhatsAppnya, membenarkan aksi pembakaran tersebut

” Benar pak, tapi masih dalam penyelidikan pihak polres dan pemilk Alat Ekscavator yang dibakar masih diselidiki,” Ujar Roi Manurung(Redaksi)

Pengirim : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Camat : Gotroy Masih Kental, Syukuran Warga Kel.Siabu Dirangkai Dengan Menyantuni Anak Yatim

    SIABU(Malintangpos Online): Usai panen raya, warga Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal menggelar syukuran dan santunan anak yatim, sebagai  rasa syukur atas melimpahnya hasil panen Tahun ini. ” Kegiatan…

    Read more

    Continue reading
    Menanas.!!! Warga  Hadang Ekscavator  Masuk Ke- Lokasi PETI di Tambangan Pasoman Kec.Tambangan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Mulai Memanas!! Puluhan warga bersama aparat desa dari Desa Tambangan Tonga dan Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Madina, mengadang Mobil Pembawa Ekscavator yang mau dibawa ke Lokasi PETI di…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses