BAWA KAMPUNG KE ATAS PANGGUNG, @MELDA DAN @RINALDI MENANGKAN KOMPETISI PUISI

SERIAL BULAN PEMUDA — Mengeja Puzzle Potensi Pemuda Daerah dalam Perspektif Jakarta, Bercermin dari Kasus Madina

Artikel Kripis — Gugus Literasi Mandailing Epicentrum

Melda dan Rinaldi bikin kejutan. Mereka membawa nama kampung ke atas panggung nasional. Menyala. Sebagai pelajar Mandailing Natal, mereka membawa puisi meraih penghargaan tingkat nasional.

Melda Aprilia, siswi MTsN 5 Mandailing Natal, meraih penghargaan dalam kompetisi cipta puisi tingkat nasional pada 2026.

Sedang Ahmad Rinaldi, siswa dari madrasah yang sama, juga menghadirkan cerita yang layak dibaca lebih jauh daripada sekadar kabar kemenangan.
Sebab, di balik prestasi itu, ada pertanyaan yang lebih besar: Berapa banyak potensi serupa yang tumbuh di Madina, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk berkembang?

Pertanyaan itu membawa kita keluar dari kebiasaan merayakan juara, lalu melupakan proses yang membuat seseorang mampu mencapai prestasi. Kita perlu melihat sekolah, keluarga, lingkungan pergaulan, akses bacaan, bimbingan guru, dan kesempatan mengikuti kompetisi. Prestasi memang lahir melalui usaha individu, tetapi lingkungan ikut menentukan apakah usaha itu memperoleh ruang untuk tumbuh.

Di Jakarta, ada juga sosok belia yang punya jejak menohok. Namanya, Aisyah Pratiwi. Jalurnya, berbeda.

Melalui platform TopSkills, Aisyah mengembangkan gagasan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keterampilan pemuda dan membantu UMKM beradaptasi secara digital.

Jika Melda dan Ahmad Rinaldi menunjukkan potensi literasi, Aisyah menghadirkan contoh potensi inovasi. Ketiganya mengingatkan kita bahwa kemampuan generasi muda tidak tumbuh dalam satu bentuk saja dan di belakangnya ada rangkaian kisah yang tak kalah memikat.

Karena itulah, pemikir Amartya Sen menawarkan cara membaca tantangan ini dalam karyanya. Capability Approach. Katanya, pembangunan tidak cukup menyediakan sumber daya, tapi juga harus memperluas kemampuan nyata manusia untuk menentukan dan menjalani kehidupan yang bernilai.

Bakat merupakan modal awal, tetapi pendidikan, pendampingan, jaringan, dan kesempatan menjadi faktor yang menentukan sejauh mana bakat pemuda berkembang.

Di sinilah puzzle pemuda Madina mulai terlihat. Setelah menemukan anak muda berprestasi, kita perlu bertanya: Apakah kita sudah memiliki ekosistem yang secara konsisten mencari, merangkul, membina, dan menghubungkan mereka dengan kesempatan berikutnya?

Persoalan ini semakin penting bagi generasi yang kini berusia sekitar 17 tahun. Mereka tumbuh di tengah banjir informasi, media sosial, kecerdasan buatan, dan tuntutan untuk segera menentukan arah dan pola meraih masa depan.

Dunia digital tak hanya membuka akses pengetahuan, tetapi juga menghadirkan tekanan untuk tampil seadanya, memperoleh pengakuan, dan membandingkan diri dengan orang lain. Kemudahan mengakses informasi tidak otomatis mengubah pengetahuan menjadi keterampilan (skill) atau pekerjaan.

Di dalam kisah itu juga, kita perlu menguji anggapan bahwa perempuan kini lebih berprestasi daripada laki-laki. Sejumlah indikator pendidikan nasional memang menunjukkan perempuan unggul dalam partisipasi pendidikan tinggi. Namun, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa perempuan unggul dalam semua bidang hanya dari satu indikator. Prestasi akademik, inovasi, kepemimpinan, kemandirian ekonomi, dan dampak sosial membutuhkan ukuran yang sebanding.

Pertanyaan pentingnya bukan tentang siapa yang harus mengalahkan siapa, melainkan bagaimana setiap anak muda memperoleh kesempatan yang adil untuk tumbuh serta mengembangkan kapasitasnya.
Lalu, apa yang bisa dilakukan Madina?

Kita membutuhkan jalur pembinaan yang tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Sekolah dan madrasah dapat memetakan minat serta bakat siswa; komunitas literasi dan kreatif menyediakan ruang berkarya; organisasi kepemudaan membuka kesempatan belajar memimpin; pemerintah memperluas akses pelatihan dan kompetisi; sementara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan jaringan perantau membantu menyediakan mentor serta akses terhadap peluang.

Keberhasilan program semacam itu harus terlihat dari hasilnya: Semakin banyak anak muda menghasilkan karya, memperoleh keterampilan, membangun usaha, menyelesaikan masalah masyarakat, dan melanjutkan pengembangan dirinya setelah sebuah kompetisi berakhir.

Pada akhirnya, prestasi bukan hanya urusan kebanggaan. Dalam horizon tauhid, kemampuan merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab. Ilmu, kreativitas, dan kesempatan menemukan maknanya ketika digunakan untuk memperbaiki kehidupan, bukan sekadar menaikkan kedudukan pribadi.

Puzzle potensi pemuda Madina bukan hanya tentang siapa yang berhasil mencapai panggung nasional. Pertanyaan yang lebih menentukan ialah apakah daerah ini sanggup membangun ruang tumbuh agar semakin banyak anak mudanya berkembang menjadi anak sholeh yang berilmu, berakhlak mulia, berbakti kepada ayah dan ibu, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Sebab, keberhasilan pembangunan manusia tidak cukup diukur dari tingginya prestasi, tetapi juga dari nilai yang menuntun prestasi itu dan kemaslahatan yang dilahirkannya. (gl-mep)

Admin : Dita Risky Saputri SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Tiga Unit Rumah di Desa Panyabungan Tonga Kab.Madina Terbakar

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Baru saja atau sekitar pukul 07.00 Wib, Sabtu(18/10) Tiga Unit Rumah di Desa Panyabungan Tonga Kec.Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, terbakar habis Ketika rumah yg terbakar adalah 1.Miskuddin usia 64…

    Read more

    Continue reading
    270 Pelaku UMKM Dari Tiga Daerah Sumatera Utara Perkuat Usaha Pascabencana

    PADANGSIDIMPUAN(Malintangpos Online):  Semangat memulihkan usaha mempertemukan 270 pelaku UMKM terdampak bencana dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, dalam Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Regional 4 Provinsi…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses