Pengawas DD di Natal Dicurigai (1), Dana Desa Kecamatan Natal “ Mark Up dan Kualitas Bobrok “

Lapangan Volli Sikara-kara II Natal.

MENGINAT  Kehadiran sekitar 10 orang warga Desa Pasar VI Natal Kecamatan Natal ke Kantor Bupati Mandailing Natal, beberapa hari yang lalu untuk mengadukan Kades yang menyalahgunakan Dana Desa(DD), maka ada benarnya kecurigaan masyarakat terhadap Pengawas Dana Desa (DD) baik Polisi dan Kejaksaan sangat mempunyai alasan yang tepat sekali.

            Untuk kita ingat bersama bahwa Presiden RI Ir.Joko Widodo dan Wapres M.Jusuf Kalla telah mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) sejak Tahun 2015 lalu adalah untuk percepatan pembangunan desa di seluruh NKRI dan termasuk desa-desa di Kecamatan Natal, tapi nyatanya Dana Desa di wilayah Kecamatan Natal maupun Kecamatan lainnya justuru digerogoti yang tentu akan menghambat pembangunan desa dan lebih-lebih jika benar pengawas ikut bermain, tentu harapan Presiden/Wapres akan jauh dari yang diharapkan.

            Untuk kita ketahui bersama, bahwa sejak  berlakunya Undang-undang (UU) No.6 Tahun 2014 tentang Desa, desa telah diberikan kewenangan dalam mengelola keuangan secara mandiri. Ini baru terjadi sejak 72 tahun Indonesia merdeka.

Warga Pasar 6 Natal

Disisi yang lain, kewenangan ini tentu tidak mudah, apalagi baru  beberapa  tahun desa belajar mengelola keuangan dan pembangunan secara mandiri dan swakelola dan bahkan terkadang desa khususnya Kades akibat banyaknya anggaran yang dikucurkan “ Kaget “ untuk menggunakannya, sehingga main bersama beberapa orang yang dipercayainya.

Seiring dengan itu pula, sejak 2015 lalu sampai sekarang, berbagai masalah terjadi. Konflik antar kelompok masyarakat terbangun. Di sisi yang lain, hubungan sosial menjadi renggang. Potensi konflik bukan hanya saja dipicu oleh kurangnya sumber daya aparatur dalam pengelolaan keuangan desa, tapi juga akibat moralitas yang minim serta kecurigaan masyarakat meningkat akibat kurangnya transparansi.

Bangunan DD Tahun 2018 Sikara-kara II

Misalnya, Dana Desa (DD) Desa Pasar VI Natal, Desa Panggautan, Desa Sikara-kara II serta desa lainnya khusus di Kecamatan Natal, berkali-kali masyarakat mengadukannya ke Polisi, Kejaksaan, Inspektorat, Bupati, DPRD serta lainnya, namun sampai sekarang ini tidak satu desa pun baik di Kecamatan Natal maupun Kecamatan lainnya yang sampai ke Pengadilan, kalaupun ada hanya Dana Desa (DD) nya tidak cair seperti Dana Desa (DD) Desa Pintu padang Jae di Kecamatan Siabu.

“ Kalau memang tidak ada masalah pelaksanaan Dana Desa (DD) di berbagai Desa di Kecamatan Natal, mustahil Kades beberapa waktu lalu sempat ramai-ramai mengadukan Camat Natal dan juga banyak Kades yang dilaporkan warga,” ujar M.Nasution warga Kecamatan Natal kepada Malintangpos Online ( Bersambung Terus )

 

 

 

 

Liputan : Nanda/Suaib

Admin   : Siti Putri Lubis

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses