Pengunjuk Rasa Ahli Waris Lobu Sitompul, Dihadang di Pintu Masuk PLTA Batangtoru

Pengunjuk rasa

TAPSEL, (Malintangpos Online) : Puluhan pengunjuk rasa  Ahli waris lahan Lobu Sitompul, mendatangi PLTA (Pembangkit Listirik Tenaga Air)Batangtoru, Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan, menuntut ganti rugi Lahan Lobu Sitompul, yang telah di rampas oleh PT NSHE, Kamis 11 Juli 2019

Pengunjuk rasa berorasi di depan pintu masuk PLTA yang dihadang oleh pihak keamanan dari Polres Tapsel di bantu Danramil Batangtoru, berjalan dengan damai tanpa ada bentrokan dengan petugas keamanan.

Kordinator aksi dari Forum Komunikasi Indonesia satu Saut Marito,yang turut menyampaikan asfirasi terkait lahan parsadaan marga Sitompul dalam orasinya bahwa PLTA batangtoru telah merampas hak rakyat dan apabila kita biarkan seperti ini, maka PLTA akan merajelelah merampas tanah rakyat cetusnya

Dimana kata Marito, disini PLTA telah mengambil hak masyarakat dan kami minta kembalikan tanah masyarakat. Bukan kami menghalai pembangunan PLTA tetapi kami dukung, cuma kami jangan dirugikan kembalikan hak rakyat, tetapi yang kami kecewakan ialah bahwa PLTA telah merampas tanah rakyat seluas 50 hektar, terangnya

Pengunjuk rasa di terima oleh kuasa hokum perusahaan PT.NSHE, Samsir Alam Nasution, mengatakan kepada ahli waris Sitompul, bahwa lahan tersebut telah di sepakati dengan pemilik lahan atau kelompok tani atau warga yang mengakui adanya tanahnya dilokasi PLTA Batangtoru katanya

Sementara kata Samsir Alam Nasution, bahwa PLTA tidak ada merampas tanah lobu sitompul, sementara jarak yang di tuntut masih berjarak 510 meter dari areal terdekat yang dibebaskan, dan kami tidak ada menyorobot lahan itu sesuai penjelasan dari perwakilan pengunjuk rasa cetusnya.

Merasa tidak terima atas penjelasan pihak perusahaan PLTA, pihak perwakilan marga Sitompul mengajak, Samsir alam Nasution (kuasa hokum) perusahaan untuk mencek ke lokasi, tetapi pihak perusahaan  menghindar atas ajakan perwakilan marga Sitompul. (Hms)

 

Admin : Siti Putriani

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses