“Nasi Telah Jadi Bubur “(3), Pemda Madina Perlu Lihat Kondisi Warga Desa Mompang Julu

MASYARAKAT Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ” MENYESAL ” atas kejadian aksi yang berujung Anarkis dan mayoritas warga kelihatan pasrah dan tidak sedikit yang trauma.

Walau dengan ” Tetesan ” air mata dan isakan tangis, warga khususnya wanita sangat berharap kepada Pemerintah Mandailing Natal, agar turun melihat kondisi mereka, karena sejak kejadian 29 Juni 2020 banyak warga yang stock keperluan makan yang sudah habis(Bukan Semua warga).

” Nasi Telah Jadi Bubur ” menyesali tidak ada gunanya lagi, tetapi sekalipun sudah banyak yang di amankan/Ditangkap Polisi, tentu warga lainnya ikut merasa trauma dan dengan terpaksa meninggalkan keluarganya dan lari dari kenyataan pahit yang tidak diduga masyarakat akibat provokasih sejumlah pihak saat itu.

Salah satu warga marga Hasibuan yang diajak bincang – bincang Sabtu malam(4/7) di Desa Mompang Julu, sambil menangis mengutarakan bahwa saat ini Warga secara fisiholog trauma dan butuh perhatian pemerintah.

” Banyak warga yang sudah kesulitan ekonominya, saat ini saya yakin mereka butuh bantuan, ” ujar Hasibuan(Bersambung Terus)

Admin : iskandar

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    SERI 12A DARI 12 — SORIKMAS MINING DI UJUNG TANDUK: EVALUASI BERUJUNG SANKSI KERAS

    “Sisa Konsesi 23 Tahun: Masih Menggantung Juga?” Kripis Tuntas || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Hampir tiga dekade Sorikmas Mining (SMM) berada di Mandailing Natal. Namun, tambang emas Sihayo-Sambung belum juga…

    Read more

    Continue reading
    Viral di Medsos, Tambang Diduga Ilegal di Perbatasan Sumbar – Sumut Disorot, Satma AMPI Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di kawasan perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina),di wilayah Desa Banjar Maga, Kecamatan Ranto Baek, menjadi sorotan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses