Sekitar DAK Dispen Madina, LSM Bawa Berkas Pengaduan ke KPK di Jakarta

JAKARTA(Malintangpos Online): ” Bukan Satu Jalan ke-Roma,” Pribahasa itulah yang dipakai Tiga LSM(Lembaga Swadaya Masyarakat) untuk membongkar indikasi Korupsi yang terjadi dalam pelaksanaan proyek Rehabilitasi/pembangunan Gedung SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Mandailing Natal tahun 2019 – 2020.

Sehingga, setelah mengumpulkan fakta-fakta kecurangan dalam pelaksanaan proyek Swakelola yang di pihak ketiga kan ke Kontraktor, serta orang-orang yang mau membayar komitmen fee dan data sejumlah Kepala Sekolah yang sekolahnya mendapat dana DAK tahun 2019 -2020 akhirnya di laporkan ke KPK, BPK, Kapolri dan Kejaksaan Agung di Jakarta.

Hal ini disampaikan Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah kepada Ka. Biro Malintang Pos Group di Jakarta, Sabtu pagi(12/9) terkait proyek DAK di lingkungan Dinas Pendidikan Mandailing Natal.

Kata Khairunnisyah sebagai jurubicara ketiga LSM, masalah proyek DAK dan DAU selama ini di Dinas Pendidikan Mandailing Natal, bukan berita baru soal komitmen Fee 10 % dari pagu anggaran dan untuk membuktikannya memang sangat sulit, karena permainannya rapi, serta ditambah ada kebijakan – kebijakannya lagi.

Makanya, soal pengawasan kalau di Mandailing Natal ngak jalan, sebab satu sama lain saling mengikat dan sejalan untuk menggerogoti anggaran pemerintah tersebut.

” Jalan satu – satunya adalah membawa masalah ke KPK dengan bukti -bukti yang nyata dan tidak mengambang seperti selama ini, ” ujarnya.(Rin/Red)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Gedung SDN 029 Lumban Dolok Kec.Siabu Kupak -Kapik Dibiarkan Bupati Mandailing Natal

    LUMBAN DOLOK(Malintangpos Online): Memprihatinkan Kondisi Gedung SD Negeri 029 Lumban Dolok Kecamatan Siabu, yang kupak – kapik dibiarkan oleh Bupati dan DPRD Mandailing Natal. ” Pengakuan Orangtua siswa, Permohonan untuk…

    Read more

    Continue reading
    Direktur : ‎Tidak Ada Pungli. Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

    NATAL(Malintangpos Online): Sejumlah pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal mengeluhkan adanya dugaan pungutan Liar (Pungli) yang disebut sebagai “uang administrasi” saat…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses