FPI dan warga Demo, Minta Kapolres Tutup Tempat Maksiat di Tebing Tinggi

Pengurus FPI dan MUI serta warga Tebing Tinggi diterima Kapolres dihalaman Mapolres.

TEBING TINGGI(Malintangpos Online):”Bukan Satu Jalan ke Roma,” Pribahasa itulah mungkin yang dipakai oleh seratusan orang yang terdiri dari Pengurus FPI (Fron Pembela Islam), MUI, Mahasiswa serta masyarakat Kota Tebing Tinggi, yang melakukan aksi demo ke Mapolres untuk mendesak Kapolres segera menutup tempat-tempat maksiat dan judi.

            “ Kami masyarakat Kota Tebing Tinggi sudah berulang kali menyampaikan kepada Kapolres agar segera menutup seluruh yang berbau maksiat dari wilayah Kota Tebing Tinggi, tapi sampai sekarang ini masih saja jalan, makanya kami datang lagi,”Ujar Sekjen FPI Kota Tebing Tinggi Muslim Istiqomah mengawali orasinya dihadapan Kapolres Tebing Tinggi, Jumat sore(7-4).

            Disampaikan Muslim, berdasarkan laporan dan keluhan masyarakat yang selalu datang pada mereka, tentang merajalelanya penyakit masyarakat, seperti Judi Togel, Jekpot, Peredaran Narkoba dan miras di Kota Tebing Tinggi ini, Bahkan, beking dan Bandar Narkoba ada dugaan terlibat aparat didalamnya.

            Kata dia, hal itu sudah selalu disampaikan kepada Kapolres, baik melalui dialog dialog di Copy morning, pada pertemuan-pertemuan khusus, juga melalui media,akan tetapi penyakit masyarakat sampai sekarang masih merajalela di Kota Tebing Tinggi.

            Oleh karena itu, kata Muslim, dengan ini kami Fron Pembela Islam dan masyarakat Kota Tebing Tinggi akan melakukan aksi-aksi damai mendukung aparat penegak hukum agar segera menindak pelaku pelanggar hukum yang sangat meresahkan masyarakat dan merusak generasi muda itu.

            Selain itu, kata Muslim, masyarakat dan khususnya FPI, menuntut agar Kapolres Kota Tebing Tinggi segera berantas judi dan togel yang merajalela, tanggap Bandar-bandarnya, jangan masyarakat kecil yang menjadi korban, berantas Narkoba, tangkap Bandar-bandarnya, pengedar dan aparat yang terlibat segera ditangkap.

            Disamping itu, katanya, meminta Kapolres segera menutup café-café maksiat yang dijadikan transaksi sex, miras, narkoba,  jika aparat tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,maka kami bersama masyarakat akan bertindak sekarang juga.

            Aksi damai yang dimotori oleh FPI dan MUI serta Mahasiswa dari berbagai perkumpulan  itu membubarkan diri dengan tertib dan pulang kembali ke rumahnya masing-masing setelah mendapat penjelasan dari Kapolres Kota Tebing Tinggi.(N.S.Pd/M.Hsb)

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses