Kades di Mandailing Natal Dipilih Rakyat ” Kenapa Takut “

Foto hanya pemanis berita

BELAKANGAN Ini, khusus sejak adanya Dana Desa (DD) di Gelontorkan Pemerintah setiap tahunnya ke desa -desa, banyak pihak yang mempunyai kepentingan khusus dengan Kepala Desa dan kepentingannyq lebih dominan ” Menggorogoti ” Dana Desa yang hampir Rp 1 Milyar/Desa.

Kades di Mandailing Natal Dipilih Rakyat ” Kenapa Takut ” itulah judul Tulisan ini, karena Kepala Desa sejak digulirkannya Dana Desa tahun 2015 -2021 sekarang, banyak Kades  yang ” Takut ” dengan Aparat Penegak Hukum(APH).

Mungkin ia, Kepala Desa(Kades) dalam mengelola Dana Desa sudah melibatkan dirinya dengan yang namanya “KORUPSI” sehingga walau Kades pilihan rakyat, Kades jauh lebih takut dengan Aparat Penegak Hukum(APH), padahal Kades murni pilihan rakyat.

Buktinya, seperti dugaan pengadaan keperluan Penanggulangan Pencegahan Covid -19 di desa -desa diwilayah Kecamatan Pantabungan Utara, kenapa harus Pihak Ketiga yang menyediakan alat-alat untuk kebutuhan desa.

Agar Kades ingat dan tau, setiap desa ada Kades, Sekretaris, Kaur, BPD, Bendahara, Ulama, Tokoh Masyarakat, Generasi Muda atau Karang Taruna/ Naposo dan Nauli Bulung,serta ada TP.PKK desa.

Lalu kenapa Takut kepada APH, kenapa tidak digunakan sturuktur desa yang sudah disusun dan sesuai Undang -Undang Pemerintahan, atau memang di otak Kepala Desa hanya ada ” Kepentingan Pribadi ” entahlah.

Khusus dua(2) tahun anggaran Dana Desa(DD) di 377 Desa di Bumi Gordang Sambilan atau Tahun Anggaran 2020 dan 2021 Dana Desa, boleh dikatakan menjadi dana yang sangat sulit Kepala Desa untuk mempertanggung jawabkannya, walaupun sudah ada MoU atau kebijakan khusus dengan lembaga pengawas/Aparat Penegak Hukum (APH) agar jangan ” Dipersoalkan ” penggunaan anggaran Dana Desa tersebut.

Misalnya, Ada oknum – oknum tertentu yang sengaja menjual Lembaga Penegak Hukum, seperti kegiatan Bimtek, Menjadi Makelar kepentingan desa dengan harga-harga yang sangat pantastis.

Karena itu, Redaksi Malintang Pos Group saat ini sedang melakukan Investigasi khususnya kenapa Kades harus ” TUNDUK ” dengan kegiatan ” TITIPAN ” sejumlah pihak yang membawa nama Lembaga Pemerintahan hingga ke Tingkat Provinsi Sumatera Utara ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pemkab Madina Pastikan Stok Bapok dan BBM Cukup Selama Idulfitri

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Idulfitri 1447 Hijriah tercukupi sehingga masyarakat tidak perlu panik yang berujung…

    Read more

    Continue reading
    Hancurkan Aset Daerah, Kades Jambur Baru Batang Natal Terancam Pidana

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Kepala desa Jambur Baru di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Riswan Haedy diduga kuat melakukan perusakan bangunan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah tahun 2021 lalu.…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses