Data Mengambang, Pembangunan di Kab.Madina ” Terkendala “

Seluruh OPD di lingkungan Pemda Mandailing Natal, perlu menyimak tulisan ini dan segera memperbaiki data yg dimaksud Wakil Bupati dalam tulisan ini, selamat membaca. Redaksi.

SALAH Satu penyakit di Pemkab Madina selama ini adalah persolalan data yang tidak akurat.

Padahal data harus akurat agar kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah tepat sasaran.

Data yang tidak akurat sangat berbahaya karena berdampak pada kekeliruan kebijakan daerah.

Contohnya, data sektor pertanian. Jika data produksi, kendala dan kelemahan sektor pertanian amburadul maka kebijakan yang akan ditetapkan tidak akan mampu menjawab solusi-solusi sektor pertanian.

Oleh karena itu, mau tidak mau persoalan data ini harus diperbaiki secara cepat.

Dan ini menjadi salah satu fokus pembenahan yang dilakukan Bupati Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution di awal pemerintahan yang mereka jalankan.

“Persoalan data menjadi satu hal yang menjadi perhatian Pak Bupati dan saya. Harus diakui data kita masih jauh dari harapan,” ungkap Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution melalui akun pribadinya di facebook, Jum’at (16/7/2021).

Dia menyatakan, pembaruan, pembenahan, dan keakuratan data perlu terjamin dan kontinu. Keberadaan data yang akurat sesuai fakta di lapangan akan menghasilkan kebijakan yang akurat pula.

“Akurasi data akan membantu kami mencapai visi misi. Tanpa data yang akurat, valid dan update kebijakan yang diambil akan mengambang dan eksklusif. Padahal kebijakan pemerintah harus inklusif, mencakup lapisan masyarakat,” imbuh master finansial dari University of New South Wales, Australia ini.

“Bangunan yang kuat didasari pondasi yang kuat. Kita sengaja memprioritaskan pembenahan data dan birokrasi karena dua hal ini adalah pondasi pembangunan daerah. Dengan demikian kerja di lapangan lebih optimal. Keberadaan pusat dan sistem manajemen data yang perlu pembenahan ini mau tidak mau memaksa kami harus bekerja ekstra di kantor. Tak jarang kami baru bisa kembali ke rumah pukul 18.15 WIB. Hal ini sudah pasti memengaruhi waktu untuk turun  ke lapangan,” katanya.

Dia meminta doa dari masyarakat Madina agar bisa sesegera mungkin menuntaskan persoalan data ini sehingga bisa lebih membagi waktu terjun ke lapangan.

“Kami sadar banyak prioritas dan kebijakan yang kami buat. Maka dari itu penting sekali data yang kami terima valid dan mutakhir,” pungkas Atika.

Penulis : Dahlan Batubara

Admin  : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Harapkan Sinergitas Pemprov dan APH,Zakaria Rambe Apresiasi Langkah Tim Terpadu Pemprov Sumut

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online: Zakaria Rambe apresiasi tim terpadu dari gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara (Sumut). Menurut Zakaria langkah ini…

    Read more

    Continue reading
    Sembilan Tertimbun Material, Dua Meninggal, Lokasi PETI di Desa Aek Guo Kec.Batang Natal Longsor 

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Sabtu Sore(04/07) Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin( PETI) diwilayah Desa Aek Guo Kec.Batang Natal Kab.Madina, longsor menyebabkan 9 Orang Tertimbun Material dan Dua(2) orang warga dikabarkan meninggal…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses