Terjebak Dalam Gorong-Gorong, Balita Meninggal Dunia Di Agara

LAWE ALAS (Malintangpos Online) : Saat bermain di pinggir saluran air, balita usia tiga tahun terjatuh dan terseret arus terjebak dalam gorong-gorong di Kute Pulo Gadung Kecamatan Lawe Alas, Senin petang (06/2) ditemukan telah meninggal Dunia.

Rida,3 sebelumnya dikabarkan tengah bermain di pinggir saluran air, terjatuh dan hanyut ke dasar paret, korban terjebak dalam gorong-gorong lintasan Kute setempat.

Demikian disampaikan Plh Kalaksa BPBD Agara Zul Safri Senin (06/2) dalam pers realesenya yang diterima Berita.

Kronologi kejadian yang diterima diterima BPBD Agara sekitar pukul, 15.00 wib, dari warga masyarakat, telah terjadi anak berumur 3 Tahun terjatuh dan terseret arus paret hingga terjebak dalam gorong-gorong Parit Kute Pulo Gadung.

Sekitar pukul 14.30 wib Rida tengah asyik bermain-main di tepian parit, saat disusul sang ibu, ingin menjemput Rida , korban telah terjatuh ke parit , hingga terseret arus dan tersangkut kedalam gorong-gorong.

Masyarakat setempat juga terus melakukan menutup saluran paret dengan cara manual, tidak membuahkan hasil, setelah menurunkan alat berat Excavator akhirnya arus air paret tersebut dapat ditutup dan jasad Rida langsung di keluarkan dari gorong-gorong maut itu sekitar Pukul 15.50 Wib. Namun kondisi Rida ditemukan telah merenggang nyawa, kata Zul.

Saat proses evakuasi jasad Rida, jalan utama Kecamatan Lawe Alas, sempat tertutup akibat kerumuman warga pelintas dan masyarakat Kute Pulo Gadung.

Kejadian terseretnya Balita Warga Pulo Gadung itu sempat menggemparkan masyarakat Agara.(aie/BS)

 

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Hancurkan Aset Daerah, Kades Jambur Baru Batang Natal Terancam Pidana

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Kepala desa Jambur Baru di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Riswan Haedy diduga kuat melakukan perusakan bangunan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah tahun 2021 lalu.…

    Read more

    Continue reading
    Zakaria Rambe Pertanyakan Akhir Cerita Penertiban PETI di Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Zakaria Rambe, pengamat Hukum dan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum (APH) khususnya Polisi dan TNI untuk terbuka terkait penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI)…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses