
MENDENGAR Secara langsung ” Keluh – Kesah ” ratusan Petani di Sekitar Zal Kanan dan Kiri Irigasi Batang Gadis, terkadang kita ikut ” Bersumpah Serapah ” kepada pihak BWS Sumut II dan Gubernur Sumatera Utara, yang terkesan tidak mengetahui keadaan ratusan orang petani yang sawahnya kekurangan air.
Uniknya, sekalipun yang mengeluh dan sudah melaporkan keadaan Petani disekitar Kecamatan Panyabungan, sepertinya pihak Pemerintah dan DPRD Mandailing Natal, sepertinya ” Bungkam ” alias pura – pura tidak mengetahui keadaan petani sekarang dan khususnya di Ibukota Kabupaten Mandailing Natal.

” Anggo au da amang bope idokonko madung ilaporkon PPL kepada Kadis Petanian dan Kadis Pertanian kepada Bupati dan Bupati kepada Gubernur Sumut, inda yakin au sampe Idul Fitri tahun 2023 akan bisa aek masuk areal nami,” ujar Ibu Rusdiani Nasution, salah seorang petani diwilayah Panyabungan Tonga,Jumat pagi(10/2), dengan logat Mandailing.

Kenapa..? Sejak Juni 2022 dan sekarang Februari 2023, Pihak BWS Sumut II dan Gubsu, tidak peduli dengan ” Jeritan ” rarusan petani yang air sawahnya dari Zal Kanan Irigasi Batang Gadis.
” Tidak Perlu Menunggu Gubsu ,” Ujar Postingan seorang Warga, Bupati Madina, saja kalau serius, pasti bisa menyahuti keluhan warga Petani di Panyabungan.

Mau tau jawabnya ” Tidak Mungkin Mau Bupati ” sebab persoalan Irigasi Batang Gadis adalah tanggung jawab BWS Sumut II, Bukan Kewenangan Bupati Mandailing Natal,walaupun yang rugi warganya sendiri ” Itulah Birokrasi Kita ” ( Bersambung Terus)
Admin : Iskandar Hasibuan.








