Soal Bangunan PMI, DPRD Madina Jangan ” Bungkam dan Tutup Mata “

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Aktivis Sosial dan Sekretaris LSM.Genta Madina, meminta anggota DPRD dari Komisi 3 ( Bidang Pembangunan dan Keuangan) untuk tidak Bungkam dan Tutup Mata, soal proyek Pembangunan Kantor Markas PMI Mandailing Natal, yang sudah Rp 600 juta belum juga selesai.

” Komisi 3 DPRD Harusnya Proaktif, jangan pura – pura tidak tau dan memilih Bungkam, tutup mata dan panggil itu PPK dan Plt.Kadis PUPR,” Ujar Aktivis Sosial Madina Fitriani Nasution.S.Sos, Rabu sore(12/4) di Kantor DPRD Mandailing Natal.

Kata Fitriani, sangat tidak mungkin Komisi 3 dan Badan Anggaran DPRD tidak mengetahui bahwa pembangunan Kantor Markas PMI telah menghabiskan anggaran Rp 600 juta dan belum selesai.

” Janganlah untuk membangun kantor saja lebih Rp 600 juta habis, banyak kok bangunan Pemda Madina Mubazir, alias tidak digunakan setelah dibangun,” ujar Sekretaris LSM.Genta Madina Chandra Siregar menimpali.

Sebaiknya, DPRD segera mungkin memanggil PPK dan Plt.Kadis PUPR, Karena bangunan tersebut ada dugaan anggarannya di Korupsi,” ujarnya ( Aris/Putra)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Ketua TP PKK Madina Bidik Juara PAAR Tingkat Sumut

    PANYABUNGAN UTARA(Malintangpos Online):Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, membidik juara untuk kategori Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di…

    Read more

    Continue reading
    BKM Masjid Raya Panyabungan Terima Kunjungan Silaturahmi Bupati Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): BKM Masjid Raya Panyabungan Al Qurro’ wal Huffazh, menerima kunjungan silaturahmi Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution pada Jumat, 26 Juni 2026. Bupati yang hadir bersama beberapa…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses