Gawattt.!!! PETI Pakai Alat Berat di Kotanopan Makin Marak

KOTANOPAN(Malintangpos Online): Gawattt, Walaupun Forkofimda Kabupaten Mandailing Natal, telah memutuskan Pertambangan Emas Tanpa Izin(PETI) di sekitar DAS Batang Gadis Kecamatan Kotanopan, supaya Ditutup/Stop, tetapi hingga 30 November 2023, malah semakin Marak.

Padahal, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mandailing Natal  dalam hasil rapat yang dipimpin Wakil Bupati Madina,Atika Azmi Utammi Nasution dan dihadiri Ketua DPRD, memutuskan Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan ditutup, Selasa (28/11/2023).

Hal itu diketahui setelah Wartawan melakukan penelusuran pasca putusan tersebut di Kecamatan Kotanopan, Kamis (30/11).

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Wartawan, alat berat Excavator yang melakukan PETI hanya berkisar 6 sampai 7 unit. Sekarang disinyalir sudah mencapai 9 unit alat berat.

Dan dari 9 unit alat berat Excavator tersebut, diduga ada penambang yang memiliki sampai 3 unit alat berat yang beroperasi.

Salah seorang warga Kelurahan Pasar Kotanopan, Nasution yang dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa dirinya sangat keberatan dan menolak dengan adanya aktifitas PETI di Kecamatan Kotanopan khususnya di DAS Batang Gadis.

“Secara pribadi saya sangat keberatan dan menolak adanya PETI ini, karena akibatnya berdampak pada rusaknya lingkungan, khususnya air untuk persawahan.” ujar Nasution.

Dan beliau juga menuturkan sangat heran dengan bebasnya para penambang melakukan aktifitas PETI yang notabene adalah perbuatan ilegal tanpa tersentuh hukum.

Padahal, PETI itu jelas melanggar hukum dan lokasinya dekat dari kantor Koramil dan Polsek Kotanopan

Kapolsek Kotanopan, Iptu P Ritonga, SH ketika dikonfirmasi Wartawan menyatakan sudah berulang kali melakukan imbauan kepada para penambang agar menghentikan kegiatan PETI, akan tetapi aktifitas itu tetap berjalan.

“kita telah mengimbau dan memasang spanduk dilokasi tambang agar aktifitas PETI dihentikan. Namun para pelaku PETI tetap tak menghiraukan.” katanya.

Sebelumnya Ketua Jaringan Pemantau Polisi (JAMPI) Sumatera Utara (Sumut), Zakaria Rambe menanggapi maraknya aktifitas PETI ini menegaskan agar dilakukan eksekusi dengan menindaktegas para penambang untuk memberikan efek jera sesuai undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia.

“Untuk pengimbauan saya rasa selama ini sudah dilakukan oleh Pemkab Madina dan APH terkait aktifitas PETI ini. Untuk itu saya harap tinggal melakukan penindakan tegas saja.” katanya( Rel/Red)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Sekda, Ka.BKD dan Kadis Komimfo Bungkam Soal ” Dinasti Kekuasaan ” di Pemkab Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bendahara Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Satma AMPI) Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menyoroti dugaan praktik tidak sehat di tubuh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dinilai telah mengarah…

    Read more

    Continue reading
    Dilokasi Masjid Al Muhajirin Makin Panas, Kades Himbau Warganya Menjauh Dari Lokasi Panas

    PARBANGUNAN(Malintangpos Online): Kepala Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghimbau masyarakat dan jemaah Masjid Al Muhajirin untuk sementara waktu agar tidak memasuki area Masjid yang mengeluarkan suhu panas.…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses