Memacai Escavator,Tambang Galian C Illegal Bebas di DAS Batang Natal

Ilusterasi Alat Berat, Foto Hanya Pemanis Berita

LINGGABAYU(Malintangpos Online): Mayoritas warga yang bermukim disepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal, Menolak Aktivitas Tambang Galian C Illegal dengan memakai Escavator, karena jelas merusak lingkungan,serta merugikan Negara dari sektor Pajak/Retribusi.

” Bagaimana mau bertambah PAD ( Pendapatan Asli Daerah) Mandailing Natal, ada Sumber PAD, tetapi yg nikmati segelintir oknum Pengusaha yg kebal hukum,” Ujar warga di Salah satu Kedai Kopi di Desa Lancat Kec.Linggabayu,Jumat malam(29/3) sekitar Beroperasinya lagi Penambang Galian C Illegal dengan memakai Alat Berat Escavator.

Memang, sebut warga sambil Seriput Kopinya, informasinya Pengusaha Tambang Galian C Illegal sudah stor ke berbagai pihak agar bisa melakukan Aktivitas Tambang Galian C, meskipun tidak ada izin resmi.

” Giot Dope Manuk di Jegang, anggo giot Dope , Bope nga pake izin, aman dei sude,” ujar warga di Kedai Kopi tersebut, tanpa menaruh curiga sedikitpun kepada Wartawan.

Sedangkan di Lopo Kopi Kel.Tapus, dengan bahasa sindiran dan mata melotot kepada Wartawan Media PT.Malintang Pos Group ” Bos Muyui pe mai amankon mei, soulang mambaen berita ” ujar seorang kerabat Pengusaha Galian C tersebut.

Dan sejumlah Warga di Lopo Kopi Kel.Tapus, mohon hati – hati Wartawan Media PT.Malintang Pos, karena warga melakukan Aktivitas Tambang, sudah bosan hidup.

” Saat ini dekat Lebaran, warga perlu biaya hidup,” ujarnya lagi sambil berlalu.

Sementara Wartawan Media PT.Malintang Pos Group dipimpin Abdul Hoir Rangkuty,SH memantau langsung  Aktivitas Galian C dengan alat Berat, bebas dan sejumlah Mobil hilir mudik membawa Galian C.( Tim)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Akhirnya listrik Negara Sampai Juga di Patialo

    *** Oleh: Moechtar Nasution *** Bagi masyarakat yang tinggal atau sering bersinggungan dengan wilayah pinggiran, peta pembangunan daerah selalu terasa seperti garis ketimpangan yang tebal. Wilayah pelosok yang tersembunyi di…

    Read more

    Continue reading
    Delapan Desa di Mandailing Natal Ditarget Teraliri Listrik Tahun 2026

    KOTANOPAN(Malintangpos Online): Sebanyak Delapan( 8) Desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditargetkan akan teraliri listrik PLN pada tahun 2026. Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Afrizal Nasution saat membacakan pidato…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses