Pasti ” Ngeri ” Dampak Yang Dibuat 70 Unit Escavator Beroperasi Diwilayah Kec.Kotanopan

Foto Pemanis Berita/ Dokumen ist

MENDENGAR Penjelasan Bupati Madina HM.Jafar Sukhairi Nasution, bahwa sesuai dengan laporan Camat Kotanopan hingga 19 April 2024, sudah ada sekitar 70 Unit Escavator tanpa Izin ( Illegal) yang Beroperasi mencari Lempengan Emas disekitaran Daerah Aliran Sungai ( DAS) di Kecamatan Kotanopan, tentu dapat dibayangkan sudah ” Ngeri ” Kerusakan Lingkungan yang dibuatnya.

Kok Bisa Bebas..? Pasti pertanyaan itulah yang muncul dari orang / masyarakat yang masih mencintai daerahnya dan ucapan lain, khususnya Yang setuju daerahnya dirusak, maka pasti dijawabnya ” Demi Sejengkal Perut “ apapun yang terjadi, urusannya belakangan.

Hemat Penulis, yang sudah langsung melihat dari dekat Aktivitas Escavator yang membolak – balik Areal Tambang Emas, ada dekat Sungai Batang Gadis,Areal Persawahan dan juga area Perkebunan masyarakat, sudah terlihat nyata dampak lokasinya rusak atau porak – poranda.

Memang, jika kita hitung 70 Unit Escavator dikalikan saja 10 orang setiap Escavator warga/masyarakat yang ikut mencari Kepingan Emas,jumlah sudah 700 orang warga terbantu, itu soal hitungan Aktivitas Alat Berat yang beroperasi.

Dampaknya Areal Pertambangan yang ” Dibolak – Balik ” Escavator..? Tentu warga tidak bisa menjawabnya, yang diketahui warga di 70 Unit Escavator adalah mereka mendapatkan Biaya Hidup dengan Mudah saat ini, sebab tidak selamanya Berhasil di lokasi setiap Unit Escavator. Ini pandangan Penulis kedepan.

Seperti Bunyi WhatsApp yang masuk ke WhatsApp Penulis ” Inda Dapotan Langa Apak i Sian Tambang Kotanopan, ribut sajo uida apak i “ tulis Pemilik WhatsApp 08135443xxxx, Jumat(19/4) sore.

Padahal, Penulis adalah Pimpinan Umum/Penanggung Jawab Media PT.Malintang Pos Group dan juga Wartawan yang sudah ber Aktivitas sejak Tahun 1992 yang lalu di Hr.Waspada Medan awalnya.

Sebagai Pimpinan Media/Wartawan, tentu Defenisi Wartawan adalah seseorang yang kegiatan sehari-harinya mencari informasi, mengumpulkan berita, menyusun berita dan secara teratur menulis laporan untuk dikirim atau dimuat di media massa, Laporan tersebut dipublikasikan dalam sebuah media seperti televisi, internet, radio, majalah dan dokumenter.

Artinya, Sepanjang ada informasi dari Sumber – Sumber yang Berkompeten masuk ke Redaksi Media PT.Malintang Pos Group, adalah Kewajiban kami untuk Menaikkan/Menayangkannya, serta kami sebagai Media tidak pernah Tunduk kepada Pengusaha Illegal.

Serta, jika Pengusaha Illegal ingin memberikan Penjelasan kepada Media PT.Malintang Pos Group, silakan datang atau buat Keterangan, pasti akan kami muat asalkan sumbernya jelas dan jika ada Berita yang salah dan tayang di Media PT.Malintang Pos Group, silakan gunakan hak jawab, pasti kami muat dan tidak mengurangi isinya, jangan kami di Fitnah.

Penulis kembali ke keterangan Bupati Madina HM.Jafar Sukhairi Nasution, yang sempat Sock atas adanya 70 Unit Escavator, beroperasi ” Membombardir ” areal Persawahan , Perkebunan dan sekitar DAS Batang Gadis di Kecamatan Kotanopan.( Bersambung Tiap Hari).

Admin dan Penulis : Iskandar Hasibuan.

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Proyek Mangkrak di Desa Jambur Baru Disorot Aktivis, Akan Dilaporkan ke Tipikor

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Proyek terobosan jalan usaha tani di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal,yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024, menuai sorotan masyarakat, proyek tersebut…

    Read more

    Continue reading
    Wakil Bupati Madina Kunjungi RSUD Panyabungan, Halal Bi Halal Korwasis Hadir

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Di tengah padatnya agenda kerja, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, melaksanakan kunjungan sosial ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan pada Selasa (31/03). Kehadiran…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses