
SIABU(Malintangpos Online): Orangtua Siswa, Aktivis dan Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) di Tabagsel, mengatakan bahwa kejadian Banjir di lingkungan SD Negeri 018 Lumban Pinasa Kecamatan Siabu, bukan kejadian,Kamis(24/4) saja terjadi.
Tetapi, kejadian banjir sudah puluhan tahun dan bahkan diperkirakan sejak Gedung SD Negeri 018 dibangun, sudah sering dilanda banjir akibat luapan Sungai dan sepanjang hujan turun pasti banjir.

” Sebenarnya tidak ada niat Bupati dan DPRD Madina, untuk memperhatikan SD Negeri 018, itu yang benarnya,” ujar sejumlah orangtua siswa di Desa Lumban Pinasa Kec.Siabu, kepada Warrawan,Kamis(24/4) saat meninjau kejadian banjir.
Kata warga dan orangtua siswa, sebenarnya letak SDN 018 sejak awal sudah salah, serta di perparah dengan tidak adanya niat Bupati dan DPRD untuk melihat keadaannya secara langsung.

Mungkin nggak ada laporan..? Tanya Wartawan ” Nggak mungkin, Koorwil UPT.Pendidikan Siabu, pasti mengetahui, Kades Lumban Pinasa pasti tau, Camat Siabu nggak mungkin tidak mengetahui, yang ianya ngak ada niat Kadis Pendidikan untuk memperhatikannya,” ujar sejumlah orangtua.
Aktivis dan Pemerhati Pendidikan Sumatera Utara Ery Simanjuntak,Via WhatsApp ke Redaksi, mengaku sangat heran dengan Kadis Pendidikan Mandailing Natal, sejak tahun 2018 lalu.

Kenapa..? Tahun 2018 yg lalu juga sering banjir, saya SD di Tahun 2005 yang lalu di SDN 018 Lumban Pinasa, heran dan bingung melihat sikap Bupati dan 9 Anggota DPRD Dapil 5.

” Apa susahnya membangun Tembok disekitar sekolah, ngak mungkin airnya sampai atap sekolah,” ujarnya melalui WhatsApp dari Medan.
Sebelumnya, Kasek SD Negeri 018 yg dihubungi, mengakui telah melaporkan keadaan sekolah yg asal hujan Banjir dilingkungan sekolah( Dia/At)
Foto – Foto Liputan Dedi Tio/ Saipul
Admin : iskandar hasibuan.








