
SIABU(Malintangpos Online): Tokoh Seni dan Budaya yang juga Tokoh Pendidik dan Jurnalik Sumut Askolani Nasution, mengutarakan Sanggar Samisara pada bulan Agustus 2024 ini, akan mementaskan drama berjudul “Sampuraga Jatuh Cinta”. Drama romantik itu ditulisnya.
Demikian informasi tersebut disampaikan Askolani Nasution, Rabu(3/7) disela – sela latihan Drama di Komplek SMAN 1 Siabu Kab.Madina.

Kata dia, Cerita ini mengungkap sisi lain dari legenda “Sampuraga” sebagai salah satu cerita rakyat Mandailing Angkola.
Kalau selama ini publik hanya mengenal Sampuraga sebagai anak yang durhaka, drama ini justru sisi lain dari Sampuraga.
Sampuraga dikemas sebagai anak yang baik, tampan, lemah lembut dan romantik. Ia menjadi durhaka karena ambisi ibunya yang ingin menguasai tahta sebuah kerajaan.

Sampuraga diperalat oleh ibunya untuk menikahi putri raja tersebut dan menggantikan raja.
Tetapi Sampuraga menolak akal bulus ibunya, karena ia tulus mencintai putri raja tersebut.
Konsep out of box tersebut yang mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mau mensponsori pementasan ini di bawah manajemen Sanggar Samisara.
Selain pementasan drama, malam kesenian tersebut juga menggandeng SMA Negeri 1 Siabu. Kerja sama dengan Sanggar Samisara itu akan membuka kesempatan kepada para siswa untuk menampillkan kreasi seni mereka.

“Dengan dukungan langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentu menjadi peluang bagi SMA Negeri 1 Siabu untuk menunjukkan potensinya,” kata Askolani Nasution.
Sekolah besar yang sudah berdiri sejak tahun 1982 ini sepatutnya bisa lebih berkembang.
Pemain drama ini terdiri dari guru-guru di Kecamatan Siabu. Baik jenjang SD, SMP, dan SMA. Di antara mereka ada Leli Marito Panggabean, Nora, Nurul, dan lain-lain.
Sanggar Samisara berdiri tahun 2018. Tahun 2021 juga pernah mementaskan drama “Si Naknun” di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan. Pementasan ini juga disponsori oleh BPNB-Aceh, Kemendikbudristek.
Selain itu juga membuat film “Suci Penjaga Sungai Batang Gadis” bersama TNBG, “Cinta dalam Sepotong Bambu”, dan beberapa kali pementasan drama di Pekan Raya Sumatera Utara.
Sejak berdirinya, Sanggar Samisara diketuai oleh Abdul Holik Nasution yang juga jurnalis di sebuah kantor berita.

Kordinator kegiatan adalah Iqbal Harun dari Wikipedia Mandailing. Di jajaran tim kreatifnya, selain Askolani Nasution, juga ada Ali Fikri Pulungan dan Aes Ahmad Syukri Lubis.
Tahun 2023 yang lalu, Askolani Nasution juga meraih penghargaan dari Kemendikbudristek untuk kategori perseorangan.
Satu-satunya dari Sumatera Utara. Tahun ini, hanya dua sanggar juga dari Sumatera Utara yang mendapat bantuan pementasan, yakni Samisara di Mandailing Natal, dan satu lagi di Medan.
Kepercayaan terhadap sanggar Samisara karena sudah bertahun-tahun konsisten dalam memajukan kebudayaan daerah( Dita).
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








