Tunggu Kesadaran Masyarakat Penambang Emas Ilegal, Bupati Madina: Kalau Tidak Sadar- Sadar Tambang Emas Ilegal Akan Saya Stop

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution

PANYABUNGAN (Malintangpos Online) :  “Adanya peristiwa kejadian tertimbunnya warga Mandailing Natal (Madina) beberapa hari yang lalu di lokasi penambangan ilegal di Hutabargot Tor Sarahan menjadi perbincangan di media sosial dan kedai kopi.

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution yang di jumpai Malintangpos Online di Taman Raja Batu, Selasa (10/01) menyampaikan kepada masyarakat Madina khususnya penambang ilegal agar membuka hati nurani untuk berhenti melakukan penambangan. Ungkapnya.
Dimana sebelumnya PT Sorik Mas Mining (SMM) memiliki luas wilayah tambang seluas 60×6.000 hektar sudah saya potong luas milik PT SMM, namun kenyataannya kita masyarakat Madina lebih kejam dari pada PT SMM, contohnya sawah, kebun sudah dihancurkan kita sendiri.
Lanjut” saya harap Masyarakat Madina sadarlah hentikan melakukan penambangan di Madina ini, agar masyarakat kita yang akan datang terus merasakan udara yang segar.
Kemudian coba kita pandang anak- anak dan cucu-cucu kita ini, mau di berikan makan apa nanti mereka, sawah sudah hancur, kebun sudah hancur, dan tanah bumi gordang sembilan sudah hancur, mau diberikan makan apa anak- anak kita. Pungkasnya.
Disampaikannya, masyarakat penambang sadarlah berhentilah melakukan penambangan itu, kalau memang tidak ada kedasaran terpaksa saya akan stop tambang tersebut tampa terkecuali, kalau tidak memiliki izin tambang. Paparnya.
Karena tambang emas ini hanyalah kepentingan sesaat saja, kita hanya ingin yang instan, memang harus dari tambang kita bisa mencari makan untuk keluarga, apa memang kita tidak memberikan ruang kepada anak cucu kita kedepannya.
Diungkapkan Bupati Madina, Malintang Pos Juga harus langsung melakukan cek in ricek ke Batang Natal agar di publikasikan bagai mana penderitaan masyarakat Batang Natal utamanya yang ada di bataran sungai akibat tambang emas tersebut.
Contohnya sepanjang sungai batang gadis Batang Natal sudah seperti tanah yang berjalan, bukan lagi air yang mengalir, sementara sungai tersebut di mamfaatkan masyarakat untuk mandi, cuci pakaian, ambil air uduk bahkan air tersebut di mamfaatkan untuk memasak nasi.
Saya minta kepada penambang baik di Desa Hutabargot, dan Pantai barat sadarlah hentikan penambangan tampa izin tersebut, kemana rasa kemanusiaan kita.
Disinggungnya juga, kalau masyarakat penambang benci sama saya silahkan benci itu sudah resiko saya
saya ini hanya memikirkan masa depan masyarakat Madina, jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi saja, dan saya akan menghantar masalah tambang ilegal ke ranah hukum, bebernya Dahlan. (Gus)
Admin : Dina Sukandar A.Md

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Marsda TNI Budhi Achmadi: Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional

JAKARTA(Malintangpos Online): Anggaran pertahanan selama ini kerap dipandang sebagai beban yang harus ditanggung negara untuk menjaga kedaulatan dan keamanan. Namun, di tengah dinamika geopolitik global, kemajuan teknologi, dan persaingan ekonomi…

Read more

Continue reading
TP PKK Madina Gelar CKG dan IVA Tes di Muarasipongi

MUARASIPONGI(Malintangpos Online):Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan IVA Test di Kelurahan Muarasipongi, Kecamatan Muarasipongi, pada Rabu, 10 Juni 2026.…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses