Usai Oplah, Petani Desa Huraba Mengeluh, Tidak Bisa Tanam Karena Tergenang Air

HURABA(Maluntangpos Online): Dikira untung ternyata buntung seperti itulah yang disampaikan para petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara.

Kenapa rupanya..? pasalnya usai pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Lahan (OpLah) sejumlah petani di wilayah tersebut tidak bisa bercocok tanam akibat areal persawahan yang selama ini mereka garap tidak bisa ditanami akibat tergenang air.

Seperti diketahui dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat petani, Kementerian Pertanian telah mengucurkan dana milyaran rupiah dalam kegiatan Optimalisasi Lahan pertanian termasuk diantaranya di Desa Huraba Kecamatan Siabu dengan sasaran lahan gambut yang dimiliki oleh masyarakat petani.

Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan bahwa kegiatan Oplah tersebut adalah kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Gapoktan Bintang Terang yang ada di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang petani pemilik lahan Arsyad Siregar di areal tanah gambut di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, dimana dia mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan optimalisasi Lahan (OpLah) lahan pertanian miliknya dapat ditanami dengan baik, namun setelah pelaksanaan OpLah tersebut dia bersama petani lainnya tidak bisa bercocok tanam.

“Dulu sebelum kegiatan tersebut (OpLah red) lahan pertanian saya dengan cuaca seperti ini dapat ditanami dengan baik, namun setelah kegiatan tersebut hujan sedikit saja lahan pertanian kami tidak bisa ditanami dengan baik lagi,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (28/01).

Dilanjutkan Arsyad bahwa sekarang ini hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah tergenang air, sehingga tanaman padi yang kami tanam membusuk dan mati.

“Kami sudah beberapa kali menanami lahan pertanian kami, namun tetap saja tergenang air yang mengakibatkan tanaman kami membusuk, padahal sebelum kegiatan Olah tersebut tidak seperti itu,” keluhnya.

Kasmir Dalimunthe Ketua Gapoktan yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa dia tidak mengetahui dalam kegiatan Optimalisasi Lahan tersebut, karena dia tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Sebenarnya saya tidak mengetahui kegiatan tersebut, karena pas pengajuan kegiatan tersebut saya diberhentikan dari Ketua Gapoktan Bintang Terang dengan tanpa musyawarah, namun tiba tiba jabatan ketua Gapoktan sudah beralih kepada orang lain,” jelas Kasmir.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kasmir bahwa banyak Ketua Kelompok Tani yang bertanya kepadanya apakah dia mengundurkan diri dan kapan musyawarah pergantian ketua Gapoktan Bintang Terang.

“Memang kejadian pertukaran ketua Gapoktan Bintang Terang, banyak ketua Kelompok Tani yang datang kepada saya, namun saya jelaskan kepada mereka bahwa saya sendiri tidak mengetahui bahwa saya diberhentikan dari ketua Gapoktan,” ujar Kasmir Dalimunthe.(Rel/Aris/Lian).

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    PT.SMGP Siap Membantu, Petani Kec.PSM Mohon Bupati dan Ketua DPRD Madina Melihat Langsung Irigasi Aek Roburan Yang Rusak

    HUTALOMBANG(Malintangpos Online): Warga Petadi Desa Huta Lombang Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) mengharapkan kehadiran Bupati/Wakil Bupati & Ketua DPRD Mandailing Natal, untuk melihat secara dekat kerusakan Irigasi Aek Roburan yang…

    Read more

    Continue reading
    Irigasi Aek Roburan Rusak, Warga Puncak Sorik Merapi Menunggu Kebijakan 7 Wakil Rakyat Dapil Madina Dua

    PUNCAK SORIK MARAPI(Malintangpos Online): Terkait rusaknya Irigasi Aek Roburan di Desa Huta Lombang Kecamatan Puncak Sorik Marapi, mengharapkan kepada 7 Orang Wakil Rakyat( Anggota DPRD) Dapil Mandailing Natal Dua(2) dari…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses