
ROBURAN DOLOK(Malintangpos Online): ” Bupati dan DPRD Madina Jangan Lengah,” Ucapan itulah yg disampaikan warga Desa Roburan Dolok Kecamatan Panyabungan Selatan, atas munculnya Semburan Lumpur disejumlah Titik di daerah yg tidak jauh dari lokasi PT.SMGP.
” Warga Desa Roburan Dolok Kec.Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal, saat ini tengah menghadapi masalah serius akibat munculnya semburan lumpur panas yang tidak hanya mencemari aliran sungai,” Ujar Bayo Nasution,Jumat(24/4) di Desa Roburan Dolok dan berharap Bupati dan DPRD Madina segera turun ke lokasi.
Kata warga , semburan lumpur juga berdampak pada kualitas udara.Asap dan uap berbau belerang yang dihasilkan oleh semburan lumpur panas tersebut menyebabkan kualitas udara di wilayah itu semakin memburuk.

Dampak dari semburan lumpur panas ini pun sangat dirasakan oleh warga sekitar, terutama petani dan mereka yang tinggal tak jauh dari lokasi semburan.
Bahkan puluhan hektare lahan pertanian warga sekitar saat ini sudah banyak yang mati akibat panas yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.
“Saat ini kualitas udara yang semakin buruk akibat uap belerang yang timbul, bahkan kami para petani disini sudah sangat khawatir dengan lahan pertanian kami yang semakin hari banyak yang mati,” ucap Bahri Lubis Kamis (24/4)
Bahri pun mengaku, selain banyaknya tanaman seperti pohon karet dan tanaman lain yang mati, semburan panas ini juga menyebabkan aliran sungai yang digunakan 4 Desa sudah tercemari.

“Dulunya sebelum ada peristiwa ini warga bergantung ke sungai untuk mengambil air minum dan mandi serta mencuci, sekarang tidak lagi karena sudah tercemari,” tambah Bahri.
Semburan Air campur lumpur panas
Atas peristiwa tersebut, warga Desa Roburan Dolok berharap pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk menangani semburan lumpur panas ini dan mengurangi dampak negatifnya bagi masyarakat.
“Kami berharap agar masalah ini dapat segera diatasi dan kehidupan kami dapat kembali normal, dan lingkungan kami terutama lahan pertanian dapat kembali ditanami seperti sebelumnya, karena sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil pertanian,” tambah Khoiruddin Nasution.
Sementara, pemerintah Desa setempat sampai saat ini diketahui belum merespon dan tanggap atas peristiwa tersebut, bahkan Kepala Desa Roburan Dolok yang dihubungi media ini mengaku masih sibuk.
“Saya lagi di kebun, masih sibuk pak,” ucapnya singkat.
Sebelumnya.PC IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH MANDAILING NATAL
Menekan Segera sikap SMGP mengenai kebocoran pipa limbah yang mengakibatkan munculnya lumpur panas di sekitar pemukiman perusahan

PT SMGP supaya Segerah harus bertanggung jawab atas terjadinya kebocoran pembuangan limbah yang dapat mengakibatkan dampak terhadap masyarakat di wilayah SMGP, serta masyarakat yang mempunyai perkebunan di dekat munculnya lumpur panas
Disebutkan, PC IMM MADINA menekan supaya pemerintah bergerak cepat dalam menghadapi munculnya lumpur panas yang dilihat SMGP tidak ada respon munculnya lumpur panas yang dapat mengakibatkan terhalang aktivitas masyarakat dan keselamatan masyarakat
Undang-undang yang mengatur tentang pemerintahan ke perusahaan terkait perlindungan masyarakat antara lain UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
PC IMM MADINA akan Terus melihat atau mengawasi jika tidak ada respon dari perusahaan tentang muncul lumpur panas.
” PC IMM MADINA akan langsung turun besar besaran jika SMGP tidak mengambil tindakan Untuk kenyamanan masyarakat,” Ujar PC.IMM Madina,Via WhatsApp Ke.Redaksi ( Red/Syai).
admin : Dita Risky Saputri SKM..








