
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua Komisi III DPRD Mandailing Natal, Bahran Saleh Daulay, mengutarakan Insya Allah hari Senin(14/09) Kami dari Komisi akan menyurati Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang(PUPR), terkait dengan Bronjong yang Ambruk di Jln.Ke Desa Manambin Kec.Kotanopan
” Insya Allah hari Senin(14/09) Kami dari Komisi akan menyurati Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang(PUPR), terkait dengan Bronjong yang Ambruk di Jln.Ke Desa Manambin Kec.Kotanopan,” Ujar Ketua Komisi III DPRD Mandailing Natal, Bahran Saleh Daulay, Sabtu(12/09) Via selular ke Wartawan.
Pengakuan Bahran Saleh Daulay, dirinya pada waktu di konfirmasi Wartawan, Jumat(11/09) sedang mengemudi Mobil pulang dari Medan.
” Lg di dalan au tuari bg, maroban motor sian medan,” ujar Bahran S Daulay Via WhatsApp dengan logat Mandailing, Sabtu(12/09) sebagai bentuk Klarifikasi.
Ketua Komisi III Bungkam

Sebelumnya,Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, mendesak Komisi 3 DPRD Mandailing Natal segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas PUPR terkait ambruknya bangunan bronjong sepanjang 8 meter di ruas jalan menuju Desa Manambin, Kecamatan Kotanopan, Rabu (9/9).
Hingga Jumat (11/9) siang, Ketua Komisi 3 DPRD Madina, Bahran Saleh Daulay, belum memberikan tanggapan meskipun telah dikonfirmasi.
“Jika benar anggaran pembangunan bronjong tersebut berasal dari biaya rutin PUPR, maka Kadis PUPR harus bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Khairunnisyah di Pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Jumat.
Ia menjelaskan pembangunan tersebut tidak tercantum dalam APBD Tahun 2025 maupun 2026, sehingga diduga bersumber dari anggaran rutin dinas. Khairunnisyah juga meminta perhatian khusus dari anggota DPRD daerah pemilihan Madina II terkait peristiwa ini.

“Jika ternyata dibangun oleh pengusaha yang peduli terhadap Desa Manambin, hal itu patut diapresiasi. Namun jika dari anggaran dinas, harus ada penjelasan terbuka,” katanya.

Sementara itu, konfirmasi yang dikirimkan kepada Ketua Komisi 3 DPRD Madina, Bahran Saleh Daulay, melalui pesan WhatsApp hingga pukul 12.50 WIB belum mendapatkan jawaban.(Kandar)
Admin : Iskandar Hasibuan.








