Jebol,Tanggul Buatan Pemkab Madina Asal Jadi,Ratusan Hektar Padi di Huraba Terancam Gagal 

HURABA(Malintangpos Online):Tanggul buatan asal jadi oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) di Aek Sibontar Bonandolok Kecamatan Siabu, jebol hanya karena curah hujan yang tergolong sedang,Rabu malam kemarin (25/02).

 

Nasib petani di Desa Huraba kini terancam puso atau gagal panen, karena ratusan Hektar padi yang sudah selasai tanam, bahkan sebagiannya sudah hampir menguning dikhawatirkan akan rusak karena terendam banjir.

 

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, dimana sejak terjadinya banjir pada bulan November 2025 yang lalu hingga sampai sekarang ini seratusan hektar lahan pertanian di Desa Huraba tidak bisa dikelola dengan baik, maka dikwatirkan akan berpengaruh kepada ketersediaan pangan dan akan berdampak kepada perekonomian masyarakat di Desa tersebut.

 

“Dulu sebelum jebolnya tanggul Aek Sibontar pada waktu terjadinya banjir pada bulan November 2025 yang lalu, kalau hujan sedikit lahan pertanian kami tidak terendam, namun sekarang ini hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah terendam banjir,” ujar Salah seoran petani bermarga Pulungan di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Kamis (26/02).

Dilanjutkan Pulungan, beberapa waktu yang lalu kita sebagai petani di Desa Huraba merasa lega karena berdasarkan Janji Bupati Mandailing Natal Tanggul Aek Sibontar diperbaiki dengan menggunakan alat berat, namun yang mengherankan kepada kita sebagai petani, hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah tergenangi air yang mengakibatkan kita sudah beberapa kali melakukan penanaman, namun tetap saja mengalami fuso akibat direndam oleh air.

 

“Dulu tanggul ini sudah pernah diperbaiki oleh masyarakat petani dengan swadaya masyarakat menggunakan alat berat, namun sejak itu kalau datang hujan sedikit lahan kami tidak tergenangi air, namun kali ini yang diperbaiki oleh Pemerintah hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah digenangi air, apa ini akibat pekerjaan yang asal-asalan kita tidak mengetahuinya, untuk itu kami para petani berharap kepada Bupati Mandailing Natal menelusuri perbaikan tanggul yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu,” harap petani.

 

Hal yan sama juga disampaikan oleh para petani lainnya, dimana dia mengatakan sejak terjadinya banjir besar beberapa waktu yang lalu hingga sekarang ini mereka sudah mengalami kerugian yang cuiup besar, karena sudah tiga kali melakukan penanaman padi di areal persawahan mereka namun tetap gagal akibat terendam air.

 

“Kalau seperti ini terus, kita para petani akan mengalami kerugian yang cukup besar lagi, karena setiap kita melakukan penanaman selalu saja direndam air, akibat luapan air sungai Aek Sibontar, padahal beberapa waktu yang lalu sudah di perbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, namun bagaimana perbaikannya kita tidak mengetahui dengan jelas,” ujarnya.

 

Dilanjutkannya, memang ada desas – desus yang kita dengar bahwa perbaikan tanggul tersebut mempergunakan alat berat, namun tidak semua menggunakan alat berat, dimana desas – desus yang ada perbaikan tanggul tersebut dilakukan dengan manual, sampai dimanalah kekuatan tanggul dengan menggunakan tenaga manusia.

 

“Kita berkeyakinan kejadian ini tidak diketahui oleh Bupati Mandailing Natal, untuk itu kita sangat berharap kepada Bupati Mandailing Natal menyelidikinya dengan baik, hal ini demi kelangsungan pertanian di Desa Huraba dan sekitarnya, karena kalau hujan sedikit saja sudah seratusan hektar lahan pertanian masyarakat yang terendam air yang mengakibatkan kerugian yang besar bagi petani, dan akan berpengaruh kepada ketersediaan pangan di Kabupaten Mandailing Natal, karena Kecamatan Siabu merupakan lumbung pangan di Kabupaten Mandailing Natal ini,” tegas para petani.

 

Kepala Dinas PUPR Madina, melalui Kabid Pengairan, Edi Erwin Lubis yg dikonfirmasi, Jumat(27/02) Via WhatsApp nya, mengaku sudah mencoba menghubungi Kepala Desa Bonan Dolok , untuk memastikan tanggul mana yang jebol. Tapi belum bisa di hubungi.

 

Setau saya, Ujar Edi Erwin Lubis, di Bonan Dolok ada tanggul/kisdam di sungai Batang Angkola, bukan di Aek Sibontar.

 

Kata Edi Erwin, Untuk pengerjaannya di laksanakan perusahaan PT.Sorikmas Mining.

 

Pengakuannya,Kegiatannya dua kegiatan di Desa Bonan Dolok, pertama normalisasi sungai menggunakan alat berat di Sungai (Aek) Sibontar, kedua membuat tanggul/kisdam di sungai batang angkola.

 

” Kalau Pemda melalui PUPR , tidak ada kegiatan di Desa Bonan Dolok,” ujar Edi Erwin Lubis( Dita/Sur/ISK)

 

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Safari Jumat Ramadan Pemkab Madina di Desa Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    SIRANGKAP(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan Safari Jumat Ramadan dengan mengunjungi Desa Sirangkap, Kecamatan Panyabungan Timur, pada Jumat, 27 Februari 2026.   Safari Jumat Ramadan adalah penyerapan aspirasi…

    Read more

    Continue reading
    Legislator Muda Desak Pemkab Madina Perbaiki Lampu Jalan di Kotanopan. 

    KOTANOPAN(Malintangpos Online): Legislator muda? Irham Syururi Nasution, mendesak Pemkab Mandailing Natal, memperbaiki lampu jalan yang rusak di sepanjang median jalan Kelurahan Pasar Kotanopan.   Sebab, rusaknya lampu ini menyebabkan jalan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses