*** Oleh: Hasriwal AS ***

*Bagi ku*, tanggal 11 Januari bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah tanggal “keramat” yang mematrikan dua peristiwa monumental dalam hidup ku. Sejarah besar bangsa melalui *Harian Waspada*, dan sukacita mendalam keluarga saya melalui kehadiran sang *Boru Siampudan*.
Hari ini, 11 Januari 2026, Harian Waspada genap berusia 79 tahun *”Bersyukur Merajut Sejarah”*, angka ini menjadi bukti otentik ketangguhan sebuah institusi yang tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Di saat yang sama, rasa syukur saya membuncah ke langit karena putri tercinta, Aneera Hasibuan, merayakan ulang tahunnya yang ke-5.
*Jejak Langkah Bersama Sang Pendiri*
Mengenang 79 tahun Waspada adalah mengenang dedikasi tanpa batas. Harian ini didirikan pada tahun 1947 oleh duet tokoh pers nasional, *H. Mohammad Said dan Hj. Ani Idrus*.
Secara pribadi, aku merasa sangat beruntung sekaligus bangga pernah menjadi bagian dari Generasi Pertama, menyerap ilmu langsung dari Bunda Hj. Ani Idrus. Salah satu kehormatan terbesar dalam hidup ku adalah dipercaya mendampingi beliau dalam berbagai acara kenegaraan.
Kerap kali, awal bertugas di Jakarta aku diminta untuk mendampingi Bunda Ani Idrus dalam berbagai kegiatan yang harus dihadiri beliau.
Masih teringang kata halus namun tegas ketika Bunda Ani Idrus memanggil nama ku “Hasriwal….. Besok ada acara, temani Bunda…”.
“Siap Bunda” jawabanku, ketika itu Harian Waspada berkantor di Gedung Waspada di Jalan Kebun Sirih Timur Dalam, Jakpus.
Beliau mengajarkan ku bahwa wartawan Waspada harus memiliki martabat; kritis namun santun, berani namun tetap beretika.
*Saksi Mata di Garis Depan Ibu Kota*
Estafet pengabdian membawa ku ke Jakarta pada November 1997. Penugasan langsung dari Pemred H. Teruna Jasa Said, menempatkan ku di jantung pergolakan republik.
“Kita kekurangan berita di Jakarta, kau harus berangkat sekarang” perintah.
Perintah Pemred kala itu, usai aku dan Muhammad Faisal beserta tim kembali dari liputan SEA Games 1997 di Jakarta.
Awal menetap liputan di Jakarta, mata kepala ku menjadi saksi, betapa hebatnya guncangan yang melanda negeri ini.
Mulai dari kepulan asap hitam Kebakaran Menara Bank Indonesia, pada 8 Desember 1997, aksi demonstrasi yang marak hingga meledaknya *Reformasi 1998* yang meruntuhkan rezim Orde Baru.
Mentalitas terus ditempa saat meliput rentetan teror ledakan bom di Jakarta hingga Bom Bali, hingga turun ke lokasi bencana dahsyat Tsunami Pangandaran dan Gempa Yogyakarta.
Di tengah puing dan air mata, Harian Waspada hadir menyuarakan kemanusiaan.
*Merajut Sejarah Lintas Generasi*
Waspada terus hidup karena akarnya yang kuat. Estafet kepemimpinan ini mengalir dari sosok H. Mohammad Said dan Hj. Ani Idrus, berlanjut dengan ketajaman visi Generasi Kedua di bawah H. Teruna Jasa Said dan H. Prabudi Jasa Said. Di tangan mereka, Waspada semakin matang dan modern.
Estafet kepemimpinan Waspada dari *Bang Una* Teruna Jasa Said, ke *Bang Yap* Prabudi Jasa Said, banyak pelajaran ku dapat, mulai tempahan dedikasi menegakkan martabat Jurnalis hingga mempertahankan pembaca setia Waspada.
Paling ku ingat, Bang Yap dan aku pernah berdiskusi untuk terus mempertahankan pembaca setia Waspada. Diskusi itu didasari gencarnya informasi izin cetak jarak jauh media ibukota ke daerah.
Aku mengusulkan untuk memperbanyak halaman menjadi 24 halaman. Di situ lah masa kejayaan (Golden Era) Harian Waspada sebagai koran daerah yang bertransformasi sebagai Koran Nasional.
Hal ini terwujud sebagai bukti nyata dari visi besar para pendiri Waspada.
Kini, semangat Waspada itu terus dirajut ke Generasi Ketiga di bawah pimpinan *Austin Tumengkol*. Semangat juang itu tak pernah padam, dan terus bertransformasi menjawab tantangan era digital.
“Aneera Hasibuan” Tiara Tara di Hari Bahagia
Tulisan ini tak lengkap tanpa mengungkapkan kebahagiaan ku yang mendalam.
Allah Maha Baik, yang menakdirkan tanggal kelahiran Harian Waspada sama dengan hari lahir putri ku, tepat hari ini, 11 Januari 2026, Aneera Hasibuan, genap berusia 5 tahun.
Dialah Tiara Tara bagi saya, sang Boru Siampudan (putri bungsu) yang menjadi penyejuk hati dan penyemangat jiwa, lahir saat dunia dilanda Covid-19.
Merayakan ulang tahun Aneera di tengah perayaan “Bersyukur Merajut Sejarah” Waspada terasa seperti sebuah simfoni indah yang dirancang oleh Sang Pencipta.
*Doa dan Penghormatan*
Mengakhiri tulisan ini, aku menundukkan kepala sejenak untuk mengirimkan doa terbaik.
Selamat jalan dan istirahatlah dengan tenang para guru dan panutan kami: Almarhum H. Mohammad Said, Almarhumah Hj. Ani Idrus, dan Almarhum H. Teruna Jasa Said.
Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu ‘anhum.
Semoga segala amal jariyah kalian dalam mencerdaskan bangsa melalui dunia pers menjadi cahaya di alam kubur dan mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.
Dirgahayu ke-79 Harian Waspada! Barakallah Aneera Hasibuan.
Jakarta, 11 Januari 2026
#BapakHasibuan
Admin : Iskandar Hasibuan.SE.








