14 Desa di Kec.Siabu Sepakat Menolak PT Silva Mineralindo Prima

SIABU(Malintangpos Online): Kehadiran perusahaan PT Silva Mineralindo Prima mendapat penolakan dari masyarakat di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina),Sumatera Utara.

Perusahaan tersebut berencana melakukan eksplorasi Tambang Galena (timah hitam) yang berada di sekitar perbukitan Tor Siancing Desa Lumbandolok.

Sementara Tor Siancing ini merupakan sumber pengairan sungai dan anak sungai yang mengaliri belasan desa di Kecamatan itu.

Penolakan tersebut muncul pada rapat bersama para kepala desa se Kecamatan Siabu, Sabtu malam (27/6) di Balai Desa Lumbandolok. Ada 14 kepada desa yang hadir pada rapat tersebut.

14 desa yang hadir yaitu Desa Lumbandolok, Bonandolok, Lumban Pinasa, Simaninggir, Huraba 1, Huraba 2, Aek Mual, Pintu Padang Julu, Pintu Padang Jae, Hutabaringin, Tanggabosi 1, Tanggabosi 2, Tanggabosi 3, dan Tanjung Sialang.

Sementara dari beberapa desa lain di Kecamatan Siabu yang belum hadir menginformasikan akan ikut hadir pada pertemuan selanjutnya.

Kepala Desa Lumbandolok Zulhakim Hasibuan menjelaskan keberadaan PT Silva Mineralindo Prima yang berencana akan melakukan kegiatan tambang di kawasan Tor Siancing di Desa Lumbandolok.

Ia menyebut saat ini perusahaan tersebut sedang berupaya melakukan pengurusan izin, khususnya izin lingkungan dari Pemerintah Kabupaten Madina.

Apabila izin lingkungan tersebut berhasil mereka dapatkan, maka perusahaan itu akan mengurus izin pertambangan sehingga akan masuk ke tahap eksplorasi.

Zulhakim mengungkapkan, apabila perusahaan itu beroperasi maka sumber mata air yang mengaliri sungai dan anak sungai di belasan desa di kecamatan Siabu akan tercemar dan kehidupan masyarakat akan terancam.

Belum lagi dampak bencana alam seperti banjir yang dipastikan akan dialami masyarakat.

Mendapat penjelasan dari kepala desa Lumbandolok tersebut, kepala desa Pintu Padang Julu Abdul Kholik mengatakan, mereka dari desa Pintu Padang Julu akan ikut serta melakukan penolakan kehadiran PT Silva Mineralindo Prima.

“Melalui forum musyawarah ini kami menyatakan ikut menolak kehadiran perusahaan tambang PT Silva dan perusahaan lain yang ingin mengeksploitasi tambang di hulu sungai Tor Siancing, karena itu sumber mata air sebagian besar jumlah desa di Kecamatan Siabu, kami akan ikut membuat surat penolakan bersama masyarakat kami,” kata Abdul Kholik

Senada disampaikan Ketua BPD Desa Tanggabosi 3. Ia mengatakan sungai Aek Badan di desa Tanggabosi 1, Tanggabosi 2, dan Tanggabosi 3 merupakan sumber pengairan areal pertanian di 3 desa tersebut. Dan sungai Aek Badan ini bersumber dari aliran Tor Siancing.

“Kami yakin apabila Tor Siancing dirusak, maka dapat dipastikan ribuan rumah tangga di desa kami terancam hidupnya. Kami pastikan kami ikut menolak PT Silva Mineralindo Prima,” katanya.

Rencananya, 14 desa di Kecamatan Siabu yang hadir pada pertemuan tersebut akan sama-sama membuat surat penolakan terhadap PT Silva Mineralindo Prima.(Rel/Red)

Admin : iskandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.