
Minggu Siang(14/12) sejumlah warga petani dari 3 Desa/Kelurahan ( Kel.Simangambat,Desa Lumban Pinasa dan Bonan Dolok) Kecamatan Siabu, sambil meneteskan airmatanya, mengharapkan agar Bupati atau Wakil dan 9 Angota DPRD Mandailing Natal, Dapil 5(Lima) untuk ikut mendesak Pemerintah agar segera mencari solusi yang dihadapi masyarakat Petani.
” Kami juga warga Mandailing Natal, bukan warga Tapsel, Asli warga Madina, tolong tanaman Pertanian kami diperhatikan oleh Bupati dan kami ngak butuh bantuan Sembako,” Ujar warga secara serentak di Redaksi Media PT.Malintang Pos Group, Minggu siang(14/12) kepada Pimpinan Umum / Penanggungjawab Iskandar Hasibuan,SE.

Catatan Redaksi yg diperoleh dari Dinas Pertanian Madina,Kerusakan lahan pertanian warga itu akibat dari bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa hari belakangan ini, Plt. Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, mengatakan, berdasarkan laporan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Koordinator Lapangan di tingkat kecamatan telah turun ke seluruh wilayah di Mandailing Natal untuk mendata areal pertanian warga.
Taufik menyebut sampai dengan hari ini, Selasa 2 Desember 2025, seluas 4.498.78 Hektar lahan dan tanaman pertanian terdampak.
Kecamatan Siabu. Tanaman padi terdampak 2.053.4, yang mengalami puso seluas 2.000 Hektar, jagung terdampak 181 Ha, yang mengalami puso seluas 100 Ha.

Cabai 7 Ha terdampak dan seluruhnya mengalami puso. Terong 14 Ha terdampak dan seluruh puso. Kacang Panjang 13 Ha terdampak dan seluruhnya puso.
Kecamatan Hutabargot. Tanaman padi 57 Ha terdampak, mengalami puso 30 Ha. Jagung 14,5 Ha terdampak, mengalami puso 5 Ha. Cabai 0,2 Ha terdampak dan puso. Timun 0,5 Ha terdampak dan puso. Pepaya 0,5 Ha terdampak dan puso.
Kecamatan Nagajuang. Padi 35 Ha terdampak, puso 25. Jagung 32 Ha terdampak, 20 puso.
Bukit Malintang. Tanaman padi 10 hektare terdampak banjir.

Kecamatan Panyabungan Utara. Padi 394,6 Ha terdampak, 60 Ha puso. Jagung 143 Ha terdampak, 100 puso.
Kecamatan Panyabungan. Tanaman padi terdampak 27,5 Ha, puso seluas 20 Ha.
Kecamatan Panyabungan Barat. Padi 107 Ha terdampak, 50 Ha puso. Jagung 6,5 Ha terdampak, 4 Ha puso. Cabai 1,60 Ha terdampak dan puso. Tomat 1,75 Ha terdampak dan puso. Terong 0,5 terdampak dan puso. Kembang kol terdampak dan puso 0,75 Ha.
Kecamatan Panyabungan Selatan. Padi 4,1 Ha terdampak, puso 2 Ha.
Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Padi 50,62 Ha terdampak, puso seluas 20 Ha. Cabai 0,12 Ha terdampak dan alami puso. Tomat 0,03 Ha terdampak dan puso.

Kecamatan Tambangan. Padi 14 Ha terdampak, puso 10 Ha. Jagung 2 Ha terdampak dan alami puso. Cabai 0,2 Ha terdampak dan puso.
Kecamatan Kotanopan. Tanaman padi terdampak 24 Ha, puso 23 Ha. Tanaman jagung 0,1 Ha terdampak.
Kecamatan Ulu Pungkut. Padi 31,2 Ha terdampak, 14 Ha puso.
Kecamatan Batang Natal. Tanaman padi terdampak 30,1 Ha, puso 3 Ha.
Kecamatan Ranto Baek. Tanaman padi 12,60 Ha terdampak banjir. Jagung 3,3 Ha terdampak, alami puso seluas 3 Ha.
Kecamatan Natal. Tanaman padi terdampak 147,5 Ha.
Kecamatan Batahan. Tanaman padi terdampak 115 Ha.
Kecamatan Muara Batang Gadis. Tanaman padi terdampak 987 Ha terdampak dan seluruhnya puso.

Menurut Petani dari Kecamatan Siabu, warga petani memahami tugas Bupati/Wakil Bupati, karena Bupati dan Wakil Bupati dan Wakil Rakyat (DPRD Red) bukanlah manusia Luar Biasa, tetapi manusia Biasa.
Tetapi, apasalah kami meminta Tolong, kami pikir ngak salah, sebab kami telah berusaha Gotong Royong dengan dibantu sejumlah Wakil Rakyat, tapi hasilnya nggak maksimal dan butuh perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati Madina ( Bersambung Ke Edisi Ke – 2 )
Admin : Iskandar Hasibuan








